ASEAN Literary Festival, Ajang Sastra Berskala Internasional Kembali Digelar

ASEAN Literary Festival, Ajang Sastra Berskala Internasional Kembali Digelar
Jakarta, Obsessionnews - ASEAN Literary Festival merupakan program perayaan sastra berskala internasional. Tepatnya perayaan sastra di tingkat ASEAN. Maka dari itu beberapa negara ASEAN akan ikut meramaikan dalam program sastra yang agung ini. Adapun bentuk kegiatannya akan disajikan melalui bentuk pementasan, diskusi sastra, workshop sastra, dan orasi kebudayaan yang menjadi pembuka di program ASEAN Literary Festival. Tentu semuanya akan mengetengahkan dan mengangkat seni sastra dewasa ini dan sesuai dengan tema yang diusungnya, yakni  “The Story Of Now : A Right  To Live “. IMG-20160504-WA0001 Program ASEAN Literary Festival ini merupakan perayaan yang ketiga. Adapun pelaksanaannya akan digelar tanggal 5 - 08 Mei 2016. Tepatnya  di Taman Ismail Marzuki (TiM) yang merupakan tempat  pusat seni di ibu kota. Dalam perhelatan sastra yang besar ini beberapa penggiat seni sastra terkemuka akan hadir. Baik itu penggiat seni sastra dari dalam negeri maupun luar negeri. Mereka akan menghidupkan kemeriahan ASEAN Literrary Festival. IMG-20160504-WA0002 Di pembuka program ASEAN Literrary Festival akan hadir Jose Ramos Horta yang merupakan peraih nobel perdamaian 1996 dari Timor Leste. Ramos akan berorasi tentang kebudayaaan. Masih dalam pembukaan program sastra ini, orchestra musik tari dari Korea Selatan akan sedikit mewarnai suasana perayaan sastra tingkat ASEAN. Di tambah lagi musikalisasi dan pementasan teater dari Indonesia yang akan benar-benar memeriahkan acara sastra ini. Mereka akan berpentas digedung seni pertunjukan yang dihadiri lebih dari seribu penonton. Tepatnya di gedung seni pertunjukan yang terbesar di tanah air. Sebuah kebanggaan Indonesia menjadi tuan rumah dan penggagas ASEAN Literrary Festival. IMG-20160504-WA0003 Terkait penyelenggaraan ASEAN Literrary Festival, puluhan komunitas atau penggiat seni sastra akan memeriahkan bazar sastra selama kegiatan berlangsung. Tidak hanya itu, untuk memeriahkan acara bazar kuliner juga akan menambah manis kemeriahan. Selanjutnya Kementerian Luar Negeri akan menjadi pendukung utama dari pihak instansi pemerintahan. Berbagai kedutaan juga tidak kalah antusias dalam memberikan dukungannya terhadap ASEAN Literrary Festival. Hal itu tentu dengan tanpa alasan karena program sastra yang besar ini memang menghadirkan tamu atau para penggiat seni sastra dari negerinya sendiri. Wajar bila mereka ikut partisipasi dalam mendukung suksesnya kegiatan sastra yang syarat dengan kesemarakan. Maka dari itu sebagai tuan rumah tidak ada alasan untuk tidak bangga terhadap ASEAN Literrary Festival. (Gia)