689 Warga Daftar Ikuti Calon KPI, Namun Sayang…

Jakarta, Obsessionnews - Ketua Panitia Seleksi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Freddy H Tulung mengatakan dibanding tahun lalu, antusias warga begitu tinggi mengikuti ajang pencarian calon anggota KPI Pusat periode 2016-2019. Namun, dari total pendaftar sebanyak 689, dinyatakan lulus secara administratif (syarat usia dan latar belakang pendidikan serta kelengkapan berkas) hanya 201 pelamar. “Antusiasnya tinggi, cuma yang daftar itu banyak yang fresh graduate. Istilah kami pencari kerja, tapi kompetensinya bingung,” ucap Freedy di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (4/5/2016). Ya sudah, lanjut Freedy, coba bayangkan, dari 689 orang, yang lulus administrasi hanya 201 orang. Pansel KPI nantinya hanya akan memilih 27 nama untuk diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat, yang nantinya akan dipilih sembilan nama oleh lembaga legislatif tersebut. Namun ia mengakui, hingga saat ini tidak ada kendala yang signifikan. Ia optimis, dapat menyerahkan dokumen calon-calon KPI kepada DPR 27 Juni 2016 mendatang. Alasan lain, kata Freedy, karena ia memiliki kapasitas Tim Penilai yang berkompetensi terkait aspek konten penyiaran di bidang masing-masing, yakni, Arief Rachman, Bambang Wibawarta, Deddy Hermawan, Freddy H. Tulung, Idy Muzayyad, Linda Amalia Sari Gumelar, K.H Masdar Farid Mas’udi, Mohamad Sobary, Rhenald Kasali, Sasa Djuarsa Sendjaja, Seto Mulyadi. “Sampai detik ini saya tidak merasakan kendala, saya bergembira karena dapat tim pansel (panita seleksi) yang kredibel,” tambahnya. Masyarakat juga dihimbau untuk memberikan masukan rekam jejak 201 pelamar yang sudah dinyatakan lulus administratif hingga 27 Mei 2016. Masukan dapat disampaikan melalui [email protected]. Dalam rangka memperoleh masukan dari masyarakat terkait isu-isu yang berkaitan dengan manajemen pengawasan konten siaran, maupun kapasitas dan kompetensi anggota KPI Pusat yang akan datang, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bekerjasama dengan pihak Perguruan Tinggi. FGD dilaksanakan di Universitas Indonesia, Depok pada 22 April 2016 dan di Universitas Padjadjaran, Bandung, 25 April 2016. FGD dihadiri oleh berbagai kelompok masyarakat, antara lain, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Yayasan TIFA, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Komisi Nasional Perempuan, Dewan Pers, Komisi Informasi Pusat (KIP), KPI Pusat/KPI Daerah, Lembaga Sensor Film (LSF), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), akademisi, pegiat dunia penyiaran, tokoh agama, pegiat perlindungan anak, dan tamu undangan lainnya. (Popi Rahim)





























