Menkumham: Kuantitas dan Kualitas Petugas Lapas Masih Minim

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly menginginkan Petugas Pemasyarakatan lebih berkualitas, berintegritas, serta profesional. Sehingga siap menjadi manajer yang dapat membuat pemasyarakatan lebih baik lagi dan lebih berwibawa di masyarakat. Hal tersebut dikatakannya saat dirinya turut didampingi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi melaunching Akademi Ilmu Permasyarakatan (AKIP) menjadi Politeknik Ilmu Permasyarakatan (Poltekip) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Depok, Selasa (3/5/2016). Yasonna mengakui, petugas pemasyarakatan masih belum bisa bekerja secara professional mengingat masih minim pendidikan dan pelatihan. “Kuantitas petugas pemasyarakatan sangat minim jika dibandingkan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan). Kualitas petugas pemasyarakatan belum maksimal, dikarenakan kurangnya pendidikan dan pelatihan, hanya melihat cara kerja senior di lapangan,” ujar Yasonna. Banyak hal yang perlu dilakukan dalam pembenahan pemasyarakatan, terutama yang terkait dengan kompetensi sumber daya manusia (sdm). Kini, ditingkatkannya status AKIP menjadi Poltekip, diharapkan menjadi wadah calon pemimpin pemasyarakatan dimasa depan. Selain itu, Yasonna memandang hal ini sebagai langkah awal untuk membangun dan membentuk kader pemasyarakatan profesional yang lebih mampu menghadapi tantangan dan tuntutan. Menkumham menilai tersedianya sdm berkualitas akan meningkatkan kualitas pelayanan, dan dapat mencegah terjadinya konflik yang terjadi di dalam lapas/rutan, khususnya konflik yang terjadi karena masalah narkoba. (Popi Rahim)





























