Tarik Ulur Eksekusi Mati Tahap III

Tarik Ulur Eksekusi Mati Tahap III
Jakarta, Obsessionnews - Peningkatan eskalasi di Cilacap, tempat pelaksanaan Eksekusi mati sudah mulai terlihat sibuk, namun Jaksa Agung HM Prasetyo belum dapat memastikan kapan regu tembak mulai menjalankan tugasnya. "Belum bisa diukur jauh dekatnya (waktu pelaksaan)," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/5/2016). Prasetyo mengakui peningkatan kegiatan petugas di LP Nusambangan, Cilacap untuk persiapan eksekusi mati. Petugas sudah mulai menyiapkan regu tembak, tim kesehatan dan rohaniawan. "Ya koordinasi. Ini kan melibatkan banyak pihak, bukan hanya kejaksaan sendirian. Ada polri, kesehatan, agama, rohaniwan, semuanya harus siap," katanya. Pemerintah Indonesia kembali akan melaksanakan hukuman mati tahap ke-III. Namun, Prasetyo belum memberikan nama-nama terpidana yang akan dihukum mati. Menurutnya Pemerintah tetap menghormati hak-hak terpidana untuk melakukan upaya hukum. Prasetyo menjelaskan di antara mereka masih ada yang banding ke Pengadilan Tinggi dan kasasi di Mahkamah Agung. Ada pula yang meminta grasi kepada Presiden Jokowi. Kejaksaan menargetkan pelaksanaan eksekusi terhadap 14 terpidana mati narkoba pada 2016 ini. Target tersebut telah disampaikan Prasetyo di hadapan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat akhir 2015. Dari 14 terpidana mati tersebut, empat orang diantaranya merupakan warga negara Indonesia. Sisanya, merupakan gembong narkotika warga negara asing. Adapun sepanjang 2015, Kejagung telah mengeksekusi 14 terpidana mati kasus narkoba. Enam di antaranya dieksekusi tahap pertama pada 18 Januari 2015. Eksekusi dilakukan di Nusakambangan dan Mako Brimob Boyolali, Jawa Tengah. (Has)