Adhyaksa Sebut Ahok Bukan Pemimpin Tapi Penguasa

Jakarta, Obsessionnews – Sejak Gubernur Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melakukan penggusuran di kawasan Luar Batang, banyak tokoh berempati terhadap nasib warga di kawasan tersebut. Hari ini, Jumat (29/4/2016), warga Luar Batang didatangi bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Adhyaksa Dault. Kedatangannya merupakan bentuk empati kepada masyarakat kawasan Pasar Ikan, RW 4 yang rumahnya dibongkar Pemprov DKI, Senin (11/4/2016). Adhyaksa datang bersama pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno atau Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri. Di depan warga, Adhyaksa menyindir sikap Ahok yang membiarkan warga mengungsi di perahu setelah penggusuran. "Ini tidak ada dialog dulu, tiba-tiba gusur. Dibilangnya orang-orang di atas perahu nanti juga kapok. Itu kan bukan pemimpin, itu penguasa," kata Adhyaksa di Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Di sisi lain, menurutnya, penggusuran itu bukanlah solusi. Adhyaksa melihat warga gusuran sebagai manusia dan tidak sedikit anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Ada sekitar 385 Kepala Keluarga, 120 anak SD, 40 SMP, dan 50 orang lanjut usia yang masih bertahan di lokasi. Sikap Ahok tersebut, tuding Adhyaksa, yang telah menyebabkan Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mundur dari jabatannya. "Penggusuran ini ada SK-nya enggak? Enggak ada SK-nya kan? Makanya Pak Wali Kota mengundurkan diri, tiba-tiba gusur. Kan mestinya jangan begitu dong, pemimpin ya dialog dulu," tandas Adhyaksa. Adhyaksa kemudian membandingkan Ahok dengan Wali Kota Surabaya, Rismaharini. Menurutnya, Ahok harus meneladani sosok Risma yang mengedepankan dialog untuk menertibkan suatu tempat. "Takutnya kalau terus begini akan ada gejala sosial yang dasyat," katanya. (Fath @imam_fath)





























