Masih Adakah Persatuan Kaum Buruh?

Jakarta, Obsessionnews - Sekjen Pusat Aspirasi Kaum Buruh Indonesia (PASKABI) Sucipto memaparkan, hasil survei menyebutkan bahwa di era reformasi sampai sekarang gerakan buruh sudah terpecah-pecah. Bahkan slogan buruh bersatu tak bisa dikalahkan ternyata hanya isapan jempol saja. “Yang ada adalah makin berkembangnya serikat buruh dari satu serikat buruh menjadi dua atau lebih serikat buruh. Karena begitu dalam kongres tidak terpilh lagi menjadi pengurus serikat buruh, maka mereka mendirikan serikat buruh yang baru dan boleh dicek dari awal reformasi mulai terpecahnya serikat buruh dan jumlah serikat buruh semakin bertambah,” ungkap Sucipto kepada Obsessionnews.com, Kamis (28/4/2016). Tetapi sebaliknya, jelas dia, solidaritas buruh juga semakin menghilang. Yang ada hanya solidaritas kelompok, banyaknya federasi yang bersatu dalam federasinya. “Gerakan buruh tidak mampu melawan kebijakan yang dibuat pemerintah dan DPR yang merugikan buruh, dan ini terus-menerus terjadi. Terakhir tentang kebijakan pengupahan melalui PP 78 Tahun 2015,” bebernya. Dan dengan diberlakukan MEA, lanjutnya, buruh di Indonesia tidak mampu bersaing dengan buruh-buruh asing. Seperti bidang transportasi begitu transportasi online muncul, maka transportasi konvensional terpuruk, dari ojek sampai taksi kalah bersaing. “Apalagi yang mau diteriakkan buruh dalam peringatan May Day 2016. Pertanyaan besarnya ialah masih adakah persatuan buruh yang masif untuk memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan?!” tutur Sekjen PASKABI. (Red)





























