Jadi Tersangka KPK, Andi Tiro Siap Mundur dari DPR

Jakarta, Obsessionnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota Fraksi PAN di DPR Andi Taufan Tiro sebagai tersangka, terkait kasus suap proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara yang dianggarkan melalui dana aspirasi anggota DPR. Saat dikonfirmasi Sekretaris Fraksi PAN, Yandri Susanto, mengatakan partainya tidak akan mentolerir kadernya yang terlibat dalam kasus korupsi. Ia mendapat kabar Andi akan mundur sebagai anggota dewan. "Katanya dalam waktu dekat ini akan mengundurkan diri. Itu yang kita tunggu sekarang," katanya, Kamis (28/4/2016) Menurutnya, keputusan itu lebih baik sebelum fraksi memberikan keputusan resmi pemecatan kepada anggota DPR asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan II itu. Yandri meyakini, tidak ada lagi kader PAN yang menerima suap dari kasus tersebut. "Insya Allah yang lain tidak terlibat. Kami meyakini, karena sudah ada titik terangnya kan dengan Taufan Tiro jadi tersangka. Kami yakin hanya Taufan Tiro yang terlibat," tegasnya. Dalam kasus ini Andi diduga menerima uang dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir. Pimpinan Komisi V DPR RI sebelumnya menyetujui APBN TA 2016 yang di dalamnya juga terdapat proyek dari program aspirasi Andi. Di antaranya proyek pembangunan Ruas Jalan Wayabula–Sofi senilai Rp 30 miliar dan Peningkatan Ruang Jalan Wayabula–Sofi senilai Rp 70 miliar. Andi disebut memiliki total nilai proyek sebesar Rp 170 miliar. Untuk seluruh proyek tersebut, Andi akan diberikan fee sebesar 7 persen dari nilai total proyek. Adapun uang yang diterima Andi dari Abdul Khoir diduga mencapai Rp 7,4 miliar. Andi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dalam kasus ini KPK telah menetapkan beberapa orang tersangka. Dua di antaranya adalah anggota Komisi V dari Fraksi PDI-P Damayanti Wisnu Putranti, dan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Golkar Budi Suprianto. (Albar, @aal_albar)





























