Indonesia-Azerbaijan Sepakat Bentuk Komisi Bilateral

Baku, Obsessionnews – Indonesia dan Azerbaijan sepakat membentuk komisi bilateral sebagai wadah untuk mencatat dan menindaklanjuti kerja sama di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Kesepakatan itu muncul saat Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir bertemu dengan Menlu Azerbaijan, Elmar Mammadyarov, pada 26 April 2016. Pertemuan keduanya terjadi di sela-sela Forum Global ke-7 UNAOC yang berlangsung pada 25-27 April 2016 lalu di Baku Convention Center dan Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan. Menurut Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, hingga saat ini belum dibentuk komisi bilateral antara Indonesia dengan Azerbaijan. Komisi bilateral ini akan menjadi infrastruktur utama dalam sebuah hubungan kedua negara. "Diharapkan melalui forum ini, kedua belah pihak dapat mencatat potensi perkembangan ekonomi yang selama ini cenderung hanya terfokus pada sektor migas, untuk berkembang ke sektor-sektor yang lain," kata Husnan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/4/2016). (Baca: Jokowi Lantik 13 Dubes Negara Sahabat) [caption id="attachment_121235" align="aligncenter" width="620"]
Forum Global ke-7 UNAOC yang berlangsung pada 25-27 April 2016 lalu di Baku Convention Center dan Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan.[/caption] Selain menyepakati adanya komisi bilateral, pertemuan kedua menlu tersebut menghasilkan sejumlah poin penting lainnya. "Azerbaijan juga setuju untuk mendukung Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB," katanya. Selain itu, pemerintah Azerbaijan juga menyambut positif terkait pemberian fasilitas bebas visa dari Indonesia bagi warga mereka yang ingin berkunjung. Sebagai gantinya saat ini tengah diupayakan pemberian visa on arrival bagi wisatawan Indonesia yang ingin ke Azerbaijan. "Sedangkan bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas, antara kedua negara telah ditandatangani perjanjian bebas visa. Pertemuan ini menunjukkan indikasi positif, terutama bagi diplomasi bilateral antar kedua negara," ujar mantan anggota DPR ini. Di bidang budaya, imbuh Husnan, pihak Azerbaijan menyetujui dan mendukung penyebaran seni bela diri tradisional Indonesia Pencak Silat di negara mereka. Rencananya pada Mei 2017 nanti akan digelar pertunjukan eksibisi pencak silat pada pembukaan Islamic Solidarity Games di Azerbaijan. (Baca: Pencak Silat Diupayakan Masuk Islamic Solidarity Games 2017) Pencak Silat sendiri bukanlah cabang seni bela diri yang dianggap asing di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Buktinya, saat ini di Azerbaijan sudah terdapat 31 perguruan Pencak Silat. "Pertemuan ini menunjukkan indikasi positif, terutama bagi diplomasi bilateral antar kedua negara," lanjut Husnan. Dalam Forum Global ke-7 United Nation Alliance of Civilizations (UNAOC) tersebut, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir. Turut hadir dalam rombongan delegasi Indonesia adalah Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Esti Handayani;Direktur Informasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Al Busyra Basnur;dan Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie. Tema besar yang diusung kali ini adalah tantangan dan tujuan dalam mewujudkan masyarakat global yang majemuk. Sebelumnya, Forum Global ke-6 diselenggarakan di Bali, Indonesia pada bulan Agustus 2014. (Fath @imam_fath)
Forum Global ke-7 UNAOC yang berlangsung pada 25-27 April 2016 lalu di Baku Convention Center dan Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan.[/caption] Selain menyepakati adanya komisi bilateral, pertemuan kedua menlu tersebut menghasilkan sejumlah poin penting lainnya. "Azerbaijan juga setuju untuk mendukung Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB," katanya. Selain itu, pemerintah Azerbaijan juga menyambut positif terkait pemberian fasilitas bebas visa dari Indonesia bagi warga mereka yang ingin berkunjung. Sebagai gantinya saat ini tengah diupayakan pemberian visa on arrival bagi wisatawan Indonesia yang ingin ke Azerbaijan. "Sedangkan bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas, antara kedua negara telah ditandatangani perjanjian bebas visa. Pertemuan ini menunjukkan indikasi positif, terutama bagi diplomasi bilateral antar kedua negara," ujar mantan anggota DPR ini. Di bidang budaya, imbuh Husnan, pihak Azerbaijan menyetujui dan mendukung penyebaran seni bela diri tradisional Indonesia Pencak Silat di negara mereka. Rencananya pada Mei 2017 nanti akan digelar pertunjukan eksibisi pencak silat pada pembukaan Islamic Solidarity Games di Azerbaijan. (Baca: Pencak Silat Diupayakan Masuk Islamic Solidarity Games 2017) Pencak Silat sendiri bukanlah cabang seni bela diri yang dianggap asing di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Buktinya, saat ini di Azerbaijan sudah terdapat 31 perguruan Pencak Silat. "Pertemuan ini menunjukkan indikasi positif, terutama bagi diplomasi bilateral antar kedua negara," lanjut Husnan. Dalam Forum Global ke-7 United Nation Alliance of Civilizations (UNAOC) tersebut, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Abdurrahman Mohammad Fachir. Turut hadir dalam rombongan delegasi Indonesia adalah Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Esti Handayani;Direktur Informasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Al Busyra Basnur;dan Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie. Tema besar yang diusung kali ini adalah tantangan dan tujuan dalam mewujudkan masyarakat global yang majemuk. Sebelumnya, Forum Global ke-6 diselenggarakan di Bali, Indonesia pada bulan Agustus 2014. (Fath @imam_fath) 




























