Gerakan Buruh Jangan Terpancing Antek Neolib Kapitalis!

Gerakan Buruh Jangan Terpancing Antek Neolib Kapitalis!
Jakarta, Obsessionnews – Jelang 1 Mei peringatan Hari Buruh Sedunia atau MayDay, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menyerukan kepada pimpinan gerakan serikat buruh agar jangan membentuk ormas karena akan mengerdilkan sebuah gerakan serikat buruh. “Jangan kita terpancing dengan kata-kata propaganda yang disuarakan oleh antek antek neolib dan kapitalis yang mengeritik dan mencibir terhadap setiap aksi-aksi besar Serikat Buruh yang dianggap hanya menyebabkan kemacetan serta selalu mengatakan ‘Kok yang diperjuangkan dan disuarakan selalu masalah upah, sistim kerja kontrak outsourcing dan kesejahteraan sih’,” paparnya, Kamis (28/4/2016). “Kita harus tegar dan jangan terpancing oleh agitasi serta propanganda dari agen agen Neolib dan Kapitalis yang tidak menginginkan Buruh hidup layak dan sejahtera serta tetap ingin untung besar dengan membayar upah buruh murah serta ingin tetap langgeng menciptakan Sistim perbudakan modern dengan sistim kerja kontrak!” seru Arief Poyuono. Ia menegaskan, kita sebagai kaum Buruh jangan mundur dengan propanganda yang meyesatkan itu, karena sesungguhnya sejak dulu dan hari ini keberadaan Serikat Buruh di Indonesia sudah menjadi bagian dari 5 Pilar dalam kehidupan demokrasi serta pengambil keputusan bangsa Indonesia. Kelima Pilar tersebut adalah Eksekutif (Pemerintah), Yudikatif, Legislatif, Media dan Serikat Buruh. “Jadi, apa yang diperjuangkan buruh yaitu upah layak. Tolak outsourcing dan 'kesejahteraan sudah pada arah yang benar dan tepat' karena sampai hari ini nyata-nyata makin ganas saja kerakusan kaum kapitalis dan neolib untuk menciptakan kemiskinan pada kaum buruh,” tandas Ketua Umum FSP BUMN Bersatu. “Karena itu, mulai lah kaum buruh Indonesia yang menjadi kelas mayoritas dalam sebuah negara tidak terkecuali di Indonesia untuk merapatkan Barisan dan menciptakan Front Perjuangan Buruh ,Tani dan Nelayan untuk memperjuangakan cita cita luhur UUD 1945 dan Pancasila menuju masyarakat dan negara yang berdaulat!” serunya pula. Arief mengingatkan, agar serikat buruh jangan terpancing untuk membentuk Ormas Buruh. “Karena marwah Serikat Buruh lebih tinggi dan mulia dari sebuah Ormas. Coba lihat saja adakah Persatuan Ormas sedunia yang ada hanya kata-kata 'Kaum Buruh Sedunia Bersatulah'," ungkapnya. Karena dalam memperingati Hari Buruh Sedunia atau MayDay, jelasnya, kita harus memulai perjuangan kaum buruh Indonesia harus lebih massif, strategis, taktis dan terprogram untuk masuk dalam persoalan negara yang semuanya pasti akan bermuara pada tingkat kesejahteraan kaum buruh dan kedaulatan negara. “Banyak persoalan negara dan masyarakat yang mengharuskan kaum buruh harus ikut campur dalam menentukan setiap langkah dan kebijakan terkait pembangunan bangsa Indonesia menuju kesejahteraan. Mulai dari ancaman obral murah aset-aset negara, kebijakan yang pro asing dan lain-lain,” bebernya. “Ayo kaum buruh Indonesia terus bangkit dan melawan terhadap antek antek kapitalis dan neolib yang sudah menjalar di setiap kebijakan pemerintah. Darah rakyat Indonesia masih mengalir menderita sakit dan lapar. Saatnya Rakyat Menjadi Hakimnya!" seru Arief Poyuono. (Red)