Aktivis HAM Tantang Luhut Bongkar Ulang Makam Korban PKI

Semarang, Obsessionnews – Menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan yang sesumbar akan mendatangi satu persatu kuburan massal korban 1965, sejumlah aktivis Hak Asai Manusia (HAM) di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) meminta Luhut supaya datang melakukan penggalian korban peristiwa G-30-S-PKI di Desa Plumbon, Mangkang, Semarang. Tak tanggung-tanggung, aktivis HAM yang terhimpun dalam Perkumpulan Masyarakat Semarang untuk HAM itu juga menantang Luhut agar menghitung kembali jumlah korban serta memakamkan ulang secara layak. "Jadi silahkan Menteri Luhut dan tim yang membongkar itu. Mulai dari menggali, memforensik dan menghitung jumlah korban lalu memakamkan ulang secara layak korban 1965 di Semarang, " kata Koordinator Perkumpulan Masyarakat Semarang untuk HAM, Yunantyo Adi, Jum’at (28/4/2016). Tantangan ini merespons pernyataan Luhut yang mengaku mendapat instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna mencari bukti fisik pelanggaran HAM peristiwa berdarah itu. "Kita akan buktikan kepada Menteri Luhut apakah beliau serius dengan perkataannya. Maka kami tantang beliau untuk membongkar kuburan massal 1965 di hutan Plumbon, " cetusnya. Kembali di masa lalu, tepatnya pada tahun 2015 para aktivitas HAM Semarang itu menyematkan nisan ke suatu lokasi yang patut diduga merupakan lokasi terakhir jenazah 24 korban pembantaian massal yang terkubur di dalam satu lubang. Bukan tanpa alasan, pihaknya mengklaim didukung keterangan dari sejumlah saksi mata yang mengalami peristiwa tersebut. Selain itu, ia mengaku keluarga korban pembantaian masih sering mendatangi gundukan tanah di lokasi. Yunanto menyambut baik bila pemerintah mau membuktikan kebenaran atas kuburan massal korban 1965 di Nusantara. Sampai sekarang baru Kota Semarang yang berhasil menguak keberadaan kuburan massal lengkap dengan para saksinya. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)





























