TPA Tak Kunjung Digubris, Warga Geruduk Gubernur

TPA Tak Kunjung Digubris, Warga Geruduk Gubernur
Semarang, Obsessionnews - Puluhan warga asal Kabupaten Klaten menggelar aksi demonstrasi di gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) guna menolak pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Troketon. Aksi sempat memanas lantaran massa berhasil memasuki area pelataran tempat parkir pegawai. Warga masuk melalui pintu samping komplek gedung Pemrov dan DPRD Jateng. Aparat yang berjaga sempat kelimpungan karena tidak sempat menutup pintu gerbang. Sejumlah petugas pun berusaha menghalangi, namun halauan petugas tidak digubris oleh para demonstran. Mereka menduduki area parkir selama kurang lebih 15 menit. Hingga kemudian datang sejumlah petugas lain membujuk massa agar melakukan demo di tempat yang semestinya. Seorang petugas kepolisian bahkan terlihat berulang kali merayu pengunjuk rasa agar segera pindah. Tak cukup berhenti disitu saja, massa pun berusaha memblokir jalan protokol disekitar area komplek. Aksi tersebut sempat membuat macet kawasan Taman KB dan jalan Pahlawan. Salah seorang pendemo, Pamintos Saleh mengatakan aksi ini sebagai bentuk tuntutan atas pembangunan TPA Troketon yang dinilai mengganggu warga. Pasalnya, bau sampah yang ditempatkan membuat warga terusik dan merasa tidak nyaman. “Bau mas. Warga tidak mau meninggalkan anak cucu hanya sampah, karena sangat kotor,” kata dia kepada obsessionnews.com, Rabu (27/4/2016). Menurutnya, warga sudah berulang kali melakukan dua kali melakukan aksi demo di DPRD Kabupaten Klaten. Namun, keberatan mereka seolah tidak diperhatikan oleh pemerintah dan anggota dewan setempat. Sehingga mereka meminta agar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini. “Kami sudah ke dewan minggu lalu tapi tidak mau menemui. Karena kami sudah kecewa di Klaten makanya ini ingin mengadu ke Gubernur,” paparnya. Pihaknya juga mengaku jika hingga sekarang belum menerima sosialiasi sedikitpun dari pihak Pemkab Klaten maupun Dinas Pekerjaan Umum. Terlebih warga merasa dibohongi karena belum melihat izin pembangunan TPA yang sudah berulang kali diminta. Diketahui, proyek TPA sendiri berdampak kepada tiga desa yakni Desa Troketon, Desa Kalangan dan Desa Kaligawe. Pembangunan TPA ini sendiri sudah direncanakan sejak 2010 lalu. Saat ini sejumlah lahan di Desa Troketon sudah diurug untuk dijadikan pondasi bangunan. (Yusuf IH)