Sempat Dibawah Posisi 4800, IHSG Kemarin Berhasil Naik Tipis 1,3 Persen

Jakarta, Obsessionnews- Tekanan jual mendominasi perdagangan saham kemarin setelah pemodal mengkhawatirkan pencapaian laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral yang di bawah perkiraan sebelumnya. Dari eksternal sentimen pasar yang kurang kondusif di tengah penantian atas pertemuan BoJ dan The Fed pekan ini turut menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin. "IHSG sempat berada di bawah 4800, sebelum ditutup di 4814,093 atau koreksi 64,769 poin (1,3 persen). Pemodal asing yang pekan lalu mencatatkan pembelian bersih hingga Rp1,4 triliun, kemarin mencatatkan penjualan bersih hingga Rp812 miliar," ujar pengamat pasar modal dari First Asia Capital, David Sutyanto Rabu, (27/4/2016) Tekanan jual terutama melanda saham perbankan, infrastruktur, konsumsi, properti. Sedangkan aksi beli melanda saham perkebunan dan perdagangan. Namun tekanan jual berkurang di akhir sesi, setelah pasar merespon kenaikan harga minyak mentah di pasar Asia kemarin di atas USD43 per barel. Kenaikan harga minyak mentah berhasil mengangkat kembali saham sektoral yang terkait energi. (Aprilia Rahapit)





























