Proyek Tol Semarang-Solo Serap 100.000 Buruh

Proyek Tol Semarang-Solo Serap 100.000 Buruh
Semarang, Obsessionnews - Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km, menyerap lebih dari 100 ribu buruh. Belum lagi, efek domino ekonominya, misalnya rumah makan jadi laris manis. "Jelas ada dampaknya buat ekonomi masyarakat di sekitar yang dilalui jalan tol Semarang-Solo. Karena ada bagian ruas dari jalan ini yang sudah beroperasi," kata Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng (TMJ), Arie IriantoArie, Rabu (27/4/2016), seperti dilansir laman kemenaker.go.id. Jalan tol ini dikelola oleh PT TMJ, perusahaan patunna PT Jasa Marga (Persero) Tbk 73,91 persen saham, PT Astratel Nusantara 25 persen, dan kepemilikan saham PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) 1,09 persen. Arie menambahkan, efek tidak langsungnya dapat mendorong kegiatan perekonomian. Baca juga:Jalan Tol Trans Kalimantan Rampung 2018Tol Merak-Surabaya Selesai 2018Buruh Blokir Tol Merak, Lalin Maacet FOTO Pajak Tol Berlaku "Kalau langsung tenaga kerja yang terserap sekitar 100 ribuan. Belum yang tidak langsungnya, seperti kehadiran warung-warung di sekitar jalan tol," jelasnya. Dirinya mengaku, saat ini banyak warga di daerah sekitar jalan tol Semarang-Solo yang beralih mata pencaharian dari petani menjadi buruh konstruksi. "Kayaknya akan ada perpindahan (petani ke buruh proyek). Tapi Jateng kan masih punya sawah," ucap Arie. Dampak lainnya, Arie bilang, pembangunan jalan tol dapat mengerek harga tanah. Ia menuturkan, harga tanah saat ini di daerah yang naik hingga dua kali lipatnya. "Nilai tanah sekarang sudah naik, misal di daerah lembah tadinya Rp 50 ribu per meter, menjadi Rp 100 ribu setiap meternya," tandasnya. Proyek senilai Rp 7,30 triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilalui. @reza_indrayana