“Kartini for Earth”, Aksi Nyata untuk Kelestarian Bumi

Jakarta, Obsessionnews - Dalam rangka memperingati Hari Kartini (21/4) dan Hari Bumi (22/4), Korps Pencinta Alam (KPA) Arkadia Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta, melaksanakan aksi nyata dengan mengadakan rangkaian kegiatan untuk memperingati kedua hari penting ini. [caption id="attachment_120547" align="alignleft" width="281"]
Salah satu proses pembersihan Situ Gintung di atas perahu karet.[/caption] Kegiatan yang bertema “Kartini for Earth” ini dilaksanakan di dua tempat berbeda selama dua hari, yakni 22 – 23 April 2016. Tema ini diangkat karena KPA Arkadia ingin menonjolkan peran wanita yang perduli terhadap kelestarian bumi. Selain itu, peran wanita disini juga mempertegas perayaan Hari Kartini itu sendiri. Hari pertama rangkaian acara ini dimulai di UIN Jakarta, dengan acara festival mural, seminar yang membahas “Semangat Kartini Selamatkan Bumi”, kemudian dilanjutkan dengan kampanye diet plastik. Di hari kedua, KPA Arkadia mengajak para peserta dan panitia untuk membersihkan Danau Situ Gintung yang berada tidak jauh dari kampus mereka. Untuk kegiatan yang satu ini, panitia mengajak beberapa pihak untuk bekerjasama. Seperti Dinas Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan (DKPP), Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi lain yang berada di lingkungan tersebut, Kelompok Pecinta Alam Ganespa, serta mahasiswa pecinta alam (mapala) dari kampus lain. Antusiasme yang tinggi terlihat dari banyaknya peserta dan partisipasi mapala yang berasal dari kampus lain. Sebut saja Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpala) Universitas Islam Atahiriah (Uniat) dan KPA Astadeça Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang mengikuti acara ini. [caption id="attachment_120548" align="alignright" width="330"]
Kampanye diet plastik yang dilakukan oleh KPA Arkadia.[/caption] “Kalo mau bermanfaat bagi masyarakat atau lingkungan sekitar, ngelakuin aksi kecil sehari-hari. Kalo bisa acara kaya gini ga cuma diadain pas Hari Kartini atau Hari Bumi aja, tapi sebulan sekali lah,” ujar Hesti Yuni Astusi, Mahasiswa Teknik Sipil, salah satu anggota KPA Astadeça PNJ, Sabtu (23/4). Sementara itu Lukman Nur Hakim, pengurus Himpala Uniat, mahasiswa semester akhir Pendidikan Agama Islam, menyambut baik acara ini lantaran bisa timbul gagasan-gagasan lain untuk mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah. “Sudah gak zamannya lagi mahasiswa cuma seminar, diskusi, tapi kita bisa tunjukkin salah satunya dengan ini, aksi nyata ini!” tandasnya. Senada dengan Lukman, Geboy dari Himpala Uniat juga menyatakan acara ini bernilai positif karena ada aksi nyata untuk bumi tidak hanya sekadar selebrasi, seperti sapu danau agar tidak banjir. Walidatul Fadhilah Al Ahmadan, pengurus KPA Arkadia, mengatakan momen Hari Kartini dan Hari Bumi yang kebetulan berdekatan, Arkadia mencoba untuk meramu bagaimana peran Kartini saat ini terhadap bumi. “Karenanya kita mengadakan kegiatan “Kartini for Earth”. Harapannya para kartini masa kini semangatnya untuk menjaga bumi semakin membara. Peran perempuan juga penting untuk melestarikan lingkungan” ujar perempuan yang akrab disapa Ida itu. Meski sempat diguyur hujan dengan intensitas cukup deras, para peserta tidak lantas menghentikan kegiatan mereka yang tengah membersihkan Situ Gintung. Lebih dari 20 kantong sampah terkumpul dalam waktu beberapa jam. Acara tahun ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, biasanya lokasi yang menjadi target untuk dibersihkan ialah kawasan pegunungan, sedangkan untuk tahun ini organisasi yang dibentuk pada 02 Oktober 1989 ini memilih untuk membersihkan danau, dan danau yang dipilih ialah Situ Gintung. Walaupun merasa belum puas dengan hasil yang telah di capai, Muhammad Abdul Baits mengaku senang, karena acara berjalan dengan lancar. Pria yang akrab di sapa Dabuy ini juga mengucapkan banyak terimakasih untuk rekan-rekannya yang telah melakukan tugasnya dengan baik, juga telah berkorban waktu dan pikiran. Ia selaku ketua pelaksana juga berharap agar para pemilik tambak tetap mengikuti aturan yang berlaku dan memasang alas di tambak mereka, agar sisa makanan ikan tidak menjadi sampah dan mengganggu ekosistem air danau tersebut. [caption id="attachment_120549" align="alignleft" width="294"]
Live music yang menjadi penutup acara.[/caption] “Kalo dari diri gua pribadi si ya, kesadaran dari diri kita sendiri. Jangan kita ngasih tau orang tapi kita ga mau melakukan ibaratnya kita menyuruh orang ni untuk melakukan sesuatu yang dia belum pernah lakukan, kan sama aja boong,” ujar Dabuy saat dimintai keterangan, Sabtu (23/4). Rangkaian acara ini ditutup dengan live music reggae yang dibawakan oleh beberapa band yang telah disiapkan oleh panitia. (Indah, @indahSih)
Salah satu proses pembersihan Situ Gintung di atas perahu karet.[/caption] Kegiatan yang bertema “Kartini for Earth” ini dilaksanakan di dua tempat berbeda selama dua hari, yakni 22 – 23 April 2016. Tema ini diangkat karena KPA Arkadia ingin menonjolkan peran wanita yang perduli terhadap kelestarian bumi. Selain itu, peran wanita disini juga mempertegas perayaan Hari Kartini itu sendiri. Hari pertama rangkaian acara ini dimulai di UIN Jakarta, dengan acara festival mural, seminar yang membahas “Semangat Kartini Selamatkan Bumi”, kemudian dilanjutkan dengan kampanye diet plastik. Di hari kedua, KPA Arkadia mengajak para peserta dan panitia untuk membersihkan Danau Situ Gintung yang berada tidak jauh dari kampus mereka. Untuk kegiatan yang satu ini, panitia mengajak beberapa pihak untuk bekerjasama. Seperti Dinas Kebersihan Pemakaman dan Pertamanan (DKPP), Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi lain yang berada di lingkungan tersebut, Kelompok Pecinta Alam Ganespa, serta mahasiswa pecinta alam (mapala) dari kampus lain. Antusiasme yang tinggi terlihat dari banyaknya peserta dan partisipasi mapala yang berasal dari kampus lain. Sebut saja Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpala) Universitas Islam Atahiriah (Uniat) dan KPA Astadeça Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang mengikuti acara ini. [caption id="attachment_120548" align="alignright" width="330"]
Kampanye diet plastik yang dilakukan oleh KPA Arkadia.[/caption] “Kalo mau bermanfaat bagi masyarakat atau lingkungan sekitar, ngelakuin aksi kecil sehari-hari. Kalo bisa acara kaya gini ga cuma diadain pas Hari Kartini atau Hari Bumi aja, tapi sebulan sekali lah,” ujar Hesti Yuni Astusi, Mahasiswa Teknik Sipil, salah satu anggota KPA Astadeça PNJ, Sabtu (23/4). Sementara itu Lukman Nur Hakim, pengurus Himpala Uniat, mahasiswa semester akhir Pendidikan Agama Islam, menyambut baik acara ini lantaran bisa timbul gagasan-gagasan lain untuk mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah. “Sudah gak zamannya lagi mahasiswa cuma seminar, diskusi, tapi kita bisa tunjukkin salah satunya dengan ini, aksi nyata ini!” tandasnya. Senada dengan Lukman, Geboy dari Himpala Uniat juga menyatakan acara ini bernilai positif karena ada aksi nyata untuk bumi tidak hanya sekadar selebrasi, seperti sapu danau agar tidak banjir. Walidatul Fadhilah Al Ahmadan, pengurus KPA Arkadia, mengatakan momen Hari Kartini dan Hari Bumi yang kebetulan berdekatan, Arkadia mencoba untuk meramu bagaimana peran Kartini saat ini terhadap bumi. “Karenanya kita mengadakan kegiatan “Kartini for Earth”. Harapannya para kartini masa kini semangatnya untuk menjaga bumi semakin membara. Peran perempuan juga penting untuk melestarikan lingkungan” ujar perempuan yang akrab disapa Ida itu. Meski sempat diguyur hujan dengan intensitas cukup deras, para peserta tidak lantas menghentikan kegiatan mereka yang tengah membersihkan Situ Gintung. Lebih dari 20 kantong sampah terkumpul dalam waktu beberapa jam. Acara tahun ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, biasanya lokasi yang menjadi target untuk dibersihkan ialah kawasan pegunungan, sedangkan untuk tahun ini organisasi yang dibentuk pada 02 Oktober 1989 ini memilih untuk membersihkan danau, dan danau yang dipilih ialah Situ Gintung. Walaupun merasa belum puas dengan hasil yang telah di capai, Muhammad Abdul Baits mengaku senang, karena acara berjalan dengan lancar. Pria yang akrab di sapa Dabuy ini juga mengucapkan banyak terimakasih untuk rekan-rekannya yang telah melakukan tugasnya dengan baik, juga telah berkorban waktu dan pikiran. Ia selaku ketua pelaksana juga berharap agar para pemilik tambak tetap mengikuti aturan yang berlaku dan memasang alas di tambak mereka, agar sisa makanan ikan tidak menjadi sampah dan mengganggu ekosistem air danau tersebut. [caption id="attachment_120549" align="alignleft" width="294"]
Live music yang menjadi penutup acara.[/caption] “Kalo dari diri gua pribadi si ya, kesadaran dari diri kita sendiri. Jangan kita ngasih tau orang tapi kita ga mau melakukan ibaratnya kita menyuruh orang ni untuk melakukan sesuatu yang dia belum pernah lakukan, kan sama aja boong,” ujar Dabuy saat dimintai keterangan, Sabtu (23/4). Rangkaian acara ini ditutup dengan live music reggae yang dibawakan oleh beberapa band yang telah disiapkan oleh panitia. (Indah, @indahSih)




























