Ganjar Desak Pembangunan PLTU Batang Digenjot

Semarang, Obsessionnews – Perlawanan sejumlah warga Kabupaten Batang beberapa tahun terakhir atas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sepertinya tidak membuat sikap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berubah. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu malah menegaskan bahwa PLTU berkapasitas 2 x 1000 MW akan terus digenjot. Menurut Ganjar, PLTU Batang menjadi objek vital terhadap energi, utamanya kekurangan listrik di wilayah Jateng. "Energi kita kurang. Harus diputuskan dengan perusahaan besar," kata Ganjar, di sela Musrembangprov Jateng di Semarang, Selasa (26/4/2016). Mantan anggota DPR ini malah heran, dengan banyaknya warga yang menolak adanya PLTU di Batang. Apabila warga tidak menghendaki, sepatutnya mereka memberi alternatif lain agar usulan bisa dikaji lebih lanjut. Penolakan, lanjut Ganjar, tidak bisa terus menerus digencarkan tanpa ada alasan jelas. Terlebih alasan penolakan dicurigai ditunggangi permintaan pihak tertentu, salah satunya aktivis lingkungan. "Kalau ada alternatif lain kasih saya, yang terdampak di Batang sebenarnya pernah kumpul di rumah saya. Saya berikan luasan lebih gak mau, kemudian diberi insentif juga gak mau. Di akhir cerita katanya mereka sudah komitmen pada green peace," jelasnya. Diketahui, sejumlah LSM International seperti Greenpeace terang-terangan mendorong PLTU Batang agar tidak dibangun dengan alasan merusak lingkungan. Salah satu yang terkenal adalah saat kapal Rainbow Warrior merapat ke perairan Batang guna memberikan dukungan moriil. Kata Ganjar, listrik di Jateng diprediksi akan mengalami krisis pada tahun 2017 mendatang. Ia mengingatkan, supaya semua pihak mengantisipasi kelangkaan pasokan listrik apabila memang PLTU tidak jadi dibangun. “Jateng akan defisit listrik pada 2017. Kami mau ikut dorong realisasi 35.000 mega watt,” ujar Ganjar, pada Agustus 2015 lalu. (Yusuf IH)





























