Jokowi Tegaskan Reformasi Perpajakan Terus Berlangsung

Jakarta, Obsessionnews - Usai melakukan lawatan di Eropa, hari ini, Senin (25/4/2016) Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memimpin sidang kabinet didampingi juga wakil Presiden Jusuf Kalla. Melalui sidang kabinet dua, hari ni telah dibahas tentang tax amnesty (pengampunan pajak). Diawal persidang Jokowi tak lupa menyampaikan rasa hormatnya terhadap proses yang sedang beralngsung di DPR RI. Jokowi menegaskan bahwa terkait tax amnesty pemerintah akan menambah penerimaan negara dan memperluas tax based. Maksud tax amnesty yang diinginkan pemerintah adalah repartiasi modal. Semua itu dilakukan agar arus uang masuk, sehingga mendapatkan pengembalian modal yang tersimpan di luar negeri. “Dengan demikian dana yang masuk dapat digunakan untuk pembangunan,’ kata Presiden Jokowi, di Kantor Presiden, Senin, (25/4). Mengenai tax amnesty, apapun hasilnya, presiden tetap intruksikan agar reformasi perpajakan terus berlangsung. “Penegakan bagi wajib pajak jika di kemudian hari ditemukan data baru, jika terjadi maka harus disesuaikan kembali,” tuturnya. Persiden juga mengharapkan kepada Gubernur Bangk Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyipakan invesrasi protofolia. “Jika UU disetujui Dewan, diharapkan disiapkan instrumen agar uang masuk dalam posisi yang besar baik investasi portofolio maupun langsung,” sarannya. Dalam pointer pengantar presiden pada sidang kabinet itu, Kepala Bappenas dan BKPM serta Menteri BUMN diminta juga untuk menyiapkan investasi langsung agar dimasukan jika uang tersebut sudah masuk. (Asma)





























