Hasil Survei: Mayoritas Responden Mantap Pilih Ahok

Jakarta, Obsessionnews – Pasca pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), mayoritas responden atau 34,5% menyatakan mantap memilih Ahok di Pilgub DKI 2017. Sementara 30% responden menyatakan ragu-ragu dan 16,5% responden menyatakan tidak akan memilih Ahok. Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI). Juru bicara KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam siaran persnya , Senin (25/4/2016), menjelaskan survei ini dilaksanakan pada tanggal 18-21 April 2016. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka di 40 kelurahan di 5 Kota di DKI Jakarta melibatkan 400 responden. Pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan metode sampel acak bertingkat. Margin of error survei ini sebesar +/- 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Seperti diketahui KPK memanggil Ahok untuk dimintai keterangan terkait pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras yang diduga merugikan negara sebesar Rp191,33 miliar pada Selasa (12/4/2016). Lawan-lawan politiknya berharap setelah diperiksa KPK Ahok memakai rompi orange atau rompi tahanan KPK. Jika ditahan KPK tentu Ahok tak bisa maju di Pilgub DKI 2017. Namun, harapan tinggal harapan. Para lawan politik Ahok gigit jari, karena Ahok tak ditahan. Selama 12 jam di Gedung KPK, Ahok mengaku diajukan 50 pertanyaan oleh tim penyelidik. Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya di Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen atau nonpartai. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu. Untuk itu Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP. Gerakan penggalangan sejuta KTP dilakukan oleh Teman Ahok sejak Jumat (11/3). Hingga Minggu (24/4) Teman Ahok telah mengumpulkan 673.176 KTP. Jumlah KTP ini melampui persyaratan minimum dari KPU yang menetapkan calon independen di Pilkada DKI didukung minimum 532.000 KTP. Kendati demikian Teman Ahok tetap bekerja mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Alasannya apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. (arh, @arif_rhakim)Baca Juga:Hasil Survei: Ahok Tak Terlibat Kasus Sumber Waras dan Reklamasi Pantai JakartaHasil Survei Kedai KOPI: Elektabilitas Ahok Masih di Atas YusrilDirut RS Sumber Waras Bela AhokDiminta BPK Batalkan Beli Lahan RS Sumber Waras, Ahok TolakTerkait RS Sumber Waras, DPRD DKI Laporkan Ahok ke KPK





























