Dikaitkan Panama Papres, Luhut Tersinggung Sampul Tempo

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan membantah laporan investigasi Majalah Tempo yang menyebut dirinya terlibat dalam skandal pajak Panama Papres yang diduga melibatkan perusahaanya. Luhut mengaku, isi pemberitaan majalan Tempo sebenarnya biasa saja. Namun, ia tersinggung dengan desain sampul di majalah tersebut, yang memasang karikatur dirinya menghadap ke belakang, kemudian di punggungnya tertulis "Ada Luhut di Panama Papres. Namanya tercantum dalam perusahaan cangkang di negara suaka pajak di Afrika. Terekam dalam proyek infrastruktur Tanah Air" "Dari sisi substansi, hal yang ditulis di dalam majalah tersebut tidak terlalu luar biasa. Namun, saya merasa dirugikan dengan disain sampul majalah tersebut, seolah-olah saya telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita, utamanya dalam merugikan negara." kata Luhut dalam keterangan pressnya, Senin (25/4/2016) Luhut mengatakan, pemberitaan dalam majalah tersebut tidak terjadi dalam kurun waktu dimana ia menjadi pejabat publik atau menteri. Menurutnya, Sejak 31 Desember 2014 saya telah melepas semua jabatan di perusahaan. "Saat ini perusahaan tersebut dikelola oleh orang-orang yang profesional di bidangnya, dan saya sudah tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaanya," katanya. Adapun mengenai perusahaan cangkan kemukakan mengenai satu perusahaan cangkang (Mayfair International Ltd) seperti yang disebutkan dalam majalan Tempo. Luhut mengaku tidak mengenal. Perusahaan itu berdiri tahun 2006. Saat itu Luhut mengatakan, ia tidak punya uang. "Kenyataanya, pada tahun 2006 saya belum memiliki uang, jadi untuk apa saya mendirikan perusahaan cangkang seperti itu. Setelah dilakukan penyelidikan, ada dugaan bahwa bisa saja perusahaan itu dibuat tanpa sepengetahuan saya. Karena untuk membuat perusahaan cangkang seperti itu tidak diperlukan tanda tangan saya," tuturnya. Luhut juga menyatakan, alamat yang digunakan dalam data perusahaan tersebut pun salah. Dalam dukumen perusahaan tersebut tertera bahwa alamatnya berada di MKB no. 11. Sedangkan rumah Luhut yang benar nomor 18," jelasnya. (Albar)





























