Catatan Triwulan, Kredit BTN Tumbuh 18,9 Persen

Jakarta, Obsessionnews – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan, kredit perseroan kinerja triwulan I 2016 telah tumbuh di atas rata-rata industri nasional. Hal ini berdasarkan laporan keuangan per 30 Maret 2016 (unaudited) BTN, mencatat kredit dan pembiayaan Rp143 triliun pada triwulan I 2016 atau tumbuh sebesar 18,9 persen dibanding periode yang sama di 2015 sebesar Rp120 triliun. “Ekspansi kredit kami pada triwulan I terbilang jauh di atas rata-rata industri nasional tercatatkan hanya tumbuh sekitar 7,9 persen,” kata Maryono dalam paparan kinerja triwulan I 2016, di menara BTN, Jakarta, Senin (25/4/2016). [caption id="attachment_120261" align="alignleft" width="294"]
Konferensi pers paparan kinerja triwulan I 2016, di menara BTN, Jakarta, Senin (25/4/2016).[/caption] Pertumbuhan kredit ini sekaligus menjawab permintaan masyarakat terhadap rumah yang masih cukup tinggi, khususnya kalangan menengah kebawah. “Kami optimis dengan potret kineja triwulan I 2016, Bank BTN akan dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2016,” ungkap Maryono. Selain itu, perseroan juga berhasil mendorong danan pihak ketiga tumbuh menjadi Rp. 131 triliun, dimana ini melampaui rata-rata industri yang tumbuh 6,9%. Sementara, aset perseroan juga tumbuh 19,5% dari aset 2015. Tak hanya itu, triwulan pertama 2016 ini BTN juga berhasil mencatat aset sebesar Rp.178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama pada 2015 sebesar 149 triliun. Dimana pertumbuhan aset ini berada di atas industri yang tumbuh rata-rata pada 7,6%. (Popi Rahim, @popirahim29)
Konferensi pers paparan kinerja triwulan I 2016, di menara BTN, Jakarta, Senin (25/4/2016).[/caption] Pertumbuhan kredit ini sekaligus menjawab permintaan masyarakat terhadap rumah yang masih cukup tinggi, khususnya kalangan menengah kebawah. “Kami optimis dengan potret kineja triwulan I 2016, Bank BTN akan dapat memenuhi target yang ditetapkan sampai dengan akhir tahun 2016,” ungkap Maryono. Selain itu, perseroan juga berhasil mendorong danan pihak ketiga tumbuh menjadi Rp. 131 triliun, dimana ini melampaui rata-rata industri yang tumbuh 6,9%. Sementara, aset perseroan juga tumbuh 19,5% dari aset 2015. Tak hanya itu, triwulan pertama 2016 ini BTN juga berhasil mencatat aset sebesar Rp.178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama pada 2015 sebesar 149 triliun. Dimana pertumbuhan aset ini berada di atas industri yang tumbuh rata-rata pada 7,6%. (Popi Rahim, @popirahim29)




























