LDII Bantah 'Pel' Masjid Usai Dipakai Jemaah Lain

Semarang, Obsessionnews – Miringnya pandangan masyarakat terhadap sejumlah tindakan nyleneh anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia, khususnya soal kebersihan jamaat yang dikabarkan kerap mencuci kursi usai diduduki tamu dari agama lain ditampik oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat LDIII, Hidayat Nahwi Rasul. "Seandainya kalau yang diduduki itu sofa, apa kita mau mencuci sofanya? Ini yang tidak masuk akal," terangnya, Minggu (24/4/2016). Menurutnya, pandangan nyleneh terhadap LDII tidak bisa dibenarkan. Hidayat mengatakan bagaimana bisa mencuci jika jemaah LDII disibukkan kegiatan membersihkan rumah milik masing-masing. "Kita sekarang sering dianggap pelengkap penderita," cetusnya. Anggapan adanya perilaku kebersihan yang dilakukaan jamaat LDII terhadap sesama umat muslim di lingkungan masjid diakuinya masih marak. Terkait hal tersebut, Hidayat terang-terangan membantah. "Banyak yang bilang kalau masjid LDII selalu dipel setelah dipakai jemaah diluar komunitas kami. Tapi kita membantah semua itu," ujar dia. Perihal ilmu kebersihan yang sering diajarkan kepada para jemaahnya, Hidayat mengaku kebersihan adalah yang paling utama karena diajarkan dalam agama Islam. Ia lantas mencontohkan bahwa masjid-masjid LDII juga sering didatangi orang asing yang notabene adalah non-muslim. "Bahkan, saking bersihnya, banyak orang yang menelitinya. Ahli-ahli dari Belanda datang ke masjid kami untuk menelitinya sampai ada seorang dokter asal Makassar Sulawesi Selatan turut serta meneliti kebersihan masjid milik LDII," jelasnya. Sementara, Sobhirin, takmir masjid LDII di Semarang Barat mengaku tidak pernah memerintahkan pengurus masjid mengepel usai dipakai salat jemaah lain. "Lha wong saya lihat beberapa orang kalau kecapekan pasti istirahat di sini. Mana bisa dipel. Selain itu kami juga menyewakan gedung pernikahan di belakang masjid buat komunitas jemaah lainnya," pungkasnya. (Yusuf IH)





























