Jembatan Jagakarsa Sudah Berumur 50 Tahun

Jakarta, Obsessionnews - Jalan adalah media penghubung transportasi dalam meningkatkan ekonomi. Jalan juga sebagai infrastruktur utama kebutuhan masyarakat. Maka tak heran akibat jembatan jalan Jagakarsa Raya roboh masyarakat setempat merasa resah, dan cemas karena jualan mereka tidak lancar seperti biasanya. Ambruknya jembatan jalan Jagakarsa Raya, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan mengakibatkan arus lalulintas terputus. Jembatan di depan masjid Jami Al-Wiqoyah ini roboh diakibatkan hujan lebat pada dini hari pukul 3:00 WIB, Kamis (21/4/2016). Namun mereka hanya bisa pasrah, sebab ambruknya jembatan itu karena kondisi alam. Masya selaku warga setempat mengaku jembatan tersebut sudah lama dibangun dan tidak pernah direhabilitas." Jembatan usianya sudah tua, sejak saya belum lahir jembatan itu sudah ada. Usia saya saja 45 tahun, mungkin jaman Soekarno dibuat. Jembatan itu kan hanya dilapis saja, belum pernah direhabilitasi," paparnya.
Bukan saja itu, ia juga menduga banyaknya truk yang lewat di jalan itu sebagai salah satu faktor. "Selain hujan, banyak truck lewat disini, mereka mengakut kerikil atau batu," ujarnya. Saat ini perbaikan jembatan jalan telah dilakukan dan diperkirakan selesai dikerjakan Senin (25/4) . "Muda-mudahan selesai minggu depan hari senin, tapi tidak di aspal. Ini kami uruk dulu agar saluran air yang tertahan tanah itu bisa dialihkan kesana (sambil menunjuk arah saluran air yang akan dialihkan) dan tidak mengenai masjid," jelasnya.
Akibat ambruknya jembatan jalan Jagakarsa Raya sejumlah penjual mengelu kekurangan pelanggan. Dari penjual kuliner, penjual sepatu maupun pertamina mengalami kerugian. "Iya kami kekurangan pelanggan, biasanya kan banyak yang lewat dan makan disini, tapi gara-gara bencana alam ini warung kami sunyi," kata penjual makanan, Masya. Terkait ambruknya jembatan itu, pemerintah setempat baik dari PU, Camat, kelurahan, langsung tanggap. "Kemarin meraka banyak disini tinjau lokasi dari provinsi juga banyak, satpol PP juga terus jaga sampai malam," pungkasnya. (Asma)
Bukan saja itu, ia juga menduga banyaknya truk yang lewat di jalan itu sebagai salah satu faktor. "Selain hujan, banyak truck lewat disini, mereka mengakut kerikil atau batu," ujarnya. Saat ini perbaikan jembatan jalan telah dilakukan dan diperkirakan selesai dikerjakan Senin (25/4) . "Muda-mudahan selesai minggu depan hari senin, tapi tidak di aspal. Ini kami uruk dulu agar saluran air yang tertahan tanah itu bisa dialihkan kesana (sambil menunjuk arah saluran air yang akan dialihkan) dan tidak mengenai masjid," jelasnya.
Akibat ambruknya jembatan jalan Jagakarsa Raya sejumlah penjual mengelu kekurangan pelanggan. Dari penjual kuliner, penjual sepatu maupun pertamina mengalami kerugian. "Iya kami kekurangan pelanggan, biasanya kan banyak yang lewat dan makan disini, tapi gara-gara bencana alam ini warung kami sunyi," kata penjual makanan, Masya. Terkait ambruknya jembatan itu, pemerintah setempat baik dari PU, Camat, kelurahan, langsung tanggap. "Kemarin meraka banyak disini tinjau lokasi dari provinsi juga banyak, satpol PP juga terus jaga sampai malam," pungkasnya. (Asma) 




























