Pemalsuan Angka Konsumsi BBM, Kantor Mitsubishi Jepang Digrebek

Pemalsuan Angka Konsumsi BBM, Kantor Mitsubishi Jepang Digrebek
Okazaki - Para pejabat Jepang menggerebek kantor Mitsubishi Motors sesudah terbongkar bahwa raksasa otomotif itu memalsukan data tentang tingkat penggunaan bahan bakar produk mereka. Seperti dilansir BBC, penggeledahan tersebut dilakukan di pabrik yang terletak di Okazaki, Jepang Mitsubishi telah mengakui bahwa karyawan mengubah data yang menggelembungkan angka jarak tempuh berbanding konsumsi BBM pada lebih dari 600.000 kendaraan. Seorang juru bicara pemerintah mengatakan mereka memperlakukannya sebagai "kasus yang sangat serius" dan bahwa ia telah memerintahkan perusahaan untuk menyerahkan laporan lengkap. Pihak berwenang telah memberikan tenggat waktu 27 April bagi Mitsubishi Motors untuk menyerahkan laporan pengujian tidak akurat. Pejabat Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan: "Berdasarkan (temuan dari) penggrebekan, dan laporan dari perusahaan, kami ingin mengungkapkan sejauh mana ketidakakuratan itu sesegera mungkin. "Kami akan menangani persoalan ini secara ketat dan ingin memastikan keselamatan produk-produk mobil itu." Kantor yang digerebek adalah pabrik terbesar kedua perusahaan itu di Jepang dan merupakan pusat produksi dan penelitian. [caption id="attachment_119063" align="aligncenter" width="640"]Mitsubishi pernah dilanda skandal cacat produksi di awal tahun 2000-an terkait rem blong, kopling rusak dan tangki bahan bakar yang jatuh dari mobil. (BBC) Mitsubishi pernah dilanda skandal cacat produksi di awal tahun 2000-an terkait rem blong, kopling rusak dan tangki bahan bakar yang jatuh dari mobil. (BBC)[/caption] Akira Kishimoto, seorang analis mobil di JPMorgan mengatakan kepada Reuters bahwa ia memperkirakan pemalsuan itu bisa membuat Mitsubishi mengeluarkan uang lebih dari 50 miliar yen (Rp6triliun), termasuk pembayaran kepada konsumen, biaya penggantian suku cadang dan kompensasi kepada Nissan. Ini pertama kalinya pembuat mobil Jepang diadukan untuk pelanggaran tentang manipulasi tingkat penggunaan bahan bakar. Mitsubishi telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kembali kepercayaan konsumen setelah skandal cacat produksi di awal tahun 2000-an terkait ditutup-tutupinya berbagai masalah seperti rem blong, kopling rusak dan tangki bahan bakar yang jatuh dari mobil. Pada tahun 2014 pembuat mobil Korea Selatan Hyundai dan afiliasinya, Kia, setuju untuk membayardenda $350 juta di Amerika Serikat, karena menggelembungkan data tingkat keiritan ekonomi bahan bakar kendaraan mereka. Mereka juga harus menangani klaim dari para pemilik mobil. Tahun lalu skandal besar melanda raksas mobil Jerman Volkswagen, yang ditemukan memasang peranti yang memanipulasi tingkat emisi saat pengujian.