Jadi Calon Ketum Golkar di Munaslub Harus Bayar Rp5 Miliar

Jadi Calon Ketum Golkar di Munaslub Harus Bayar Rp5 Miliar
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Steering Commitee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Nurdin Halid, mengatakan, wacana iuran bagi setiap calon ketua umum (caketum) Golkar masih bergulir. Hanya saja, kata dia, jumlahnya turun dari Rp20 miliar menjadi Rp5 miliar sampai Rp10 miliar. "Itu wacana segitu dari Rp5 miliar ke Rp10 miliar. Tapi, ini nanti akan kita sampaikan lagi di pleno Golkar untuk diputuskan," ujar Nurdin, Kamis (21/4/2016). Nurdin menuturkan, rencananya Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar akan mengadakan rapat Pleno Selasa depan (26/4/2016). Dalam rapat tersebut akan diputuskan apa-apa yang sudah dibahas oleh SC Munaslub Golkar. "Nanti diputuskan dalam pleno itu. Itu tergantung DPP, kalau disetujui ya rekomendasi itu jalan, tapi kalau tidak ya enggak," terangnya. Selain itu, jelasnya, dana penyelenggaraan Munaslub tidak hanya diambil dari iuran caketum. Tapi, juga diambil dari dana gotong royong semua kader. "Sistem dananya ditanggung sistem gotong royong yaitu caketum, panitia penyelenggara dan pengurus DPP," sebutnya. Uang itu, lanjut‎ Nurdin akan digunakan untuk keperluan pra Munaslub sampai dengan penutupan. Misalnya seperti tahapan debat kandidat, kampanye, sampai transportasi peserta Munaslub. "Sama transportasi DPD I, DPD II. Ini kan kami rencanakan agar menekan money politics. Jadi, ada batasan untuk cegah itu," ujarnya.‎ (Albar, @aal_albar)