Indonesia-Eropa Sambut Baik Scoping Papers

Brussel, Obsessionnews - Presiden Jokowi dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menyambut baik dengan telah diselesaikananya Scoping Papers yang menjadi dasar Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Dengan selesainya Scooping Papers diharapkan agar negoisasi dapat segera dimulai. "Pembahasan scoping papers mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang sempat terhenti bertahun-tahun, akhirnya dapat diselesaikan pada hari ini," kata Presiden Jokowi saat pertemuan dengan Jean-Claude Juncker di Kantor Komisi Eropa di Brussels, Kamis (21/4/2016). Presiden Jokowi menyatakan Scoping Papers ini akan menjadi dasar bagi negosiasi CEPA. Presiden juga menekankan kesiapan Indonesia untuk segera melakukan negosiasi CEPA sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menjadikan ekonomi Indonesia terbuka dan kompetitif. "Dalam pertemuan saya dengan Kanselir Merkel dan PM Cameron minggu ini, keduanya juga telah memberikan komitmen agar negosiasi Indonesia-UE CEPA segera dimulai," ujar Presiden Jokowi. Bagi Presiden Jokowi, CEPA akan memperkuat perekonomian Indonesia dan negara-negara Uni Eropa sehingga akan memberikan manfaat bagi semua pihak termasuk Indonesia. Dalam kaitan ini Presiden berharap Inggris tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. Presiden menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa dibahas pula beberapa tantangan yang dihadapi dunia saat ini, antara lain pemberantasan ektremisme dan terorisme. Presiden menyampaikan Indonesia merupakan cerminan bahwa Islam, demokrasi dan toleransi dapat berjalan seiring. Sebagai negara Muslim terbesar dan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk bekerjasama dengan Uni Eropa mewujudkan dunia yang damai, demokratis dan toleran. Presiden Jokowi dan Presiden Komisi Eropa juga membahas isu krisis pengungsi yang dihadapi oleh Eropa saat ini. Kedua pemimpin sepakat mengenai pentingnya mengatasi akar masalah isu migrasi ini. "Indonesia adalah mitra kunci dan strategis bagi Uni Eropa", demikian disampaikan Jean-Claude Juncker. Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Mendag Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk UE Yuri O. Thamrin serta Direktur Kerjasama Intra-Kawasan Amerika Eropa Dewi Tobing. (Has)





























