INACRAFT Pacu Perekonomian Indonesia

INACRAFT Pacu Perekonomian Indonesia
Jakarta, Obsessionnews - Tren ekspor produk kerajinan di ASEAN dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,83 Persen dengan nilai ekspor pada Tahun 2015 sebesar USD 74,24 Juta. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Nus Nuzulia Ishak.  Menurutnya kerajinan memiliki potensi besar di pasar global dan memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi serta penyerapan kerja. Contohnya seperti di Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman dan Inggris. Hingga 2014, Indonesia menjadi penyuplai dunia dari ASEAN dengan posisi peringkat 12 di Dunia. Sementara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih mendominasi sebesar 50,77 persen dari suplai produk kriya dunia. Oleh karena itu, Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) dianggap menjadi momentum penting untuk menaikkan nilai ekspor produk kerajinan Indonesia, dan juga menjadikan platform promosi yang efektif bagi para perajin dan pelaku usaha untuk mempelajari tren pasar, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu juga, INACRAFT menjadi kesempatan berharga dan kekuatan penting bagi para pelaku industri kreatif kerajinan Indonesia dalam menghadapi MEA. Tak hanya lewat pameran, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) selaku penyelenggara juga memotivasi pengembangan kreativitas para perajin Indonesia dalam satu bentuk apresiasi kepada para peserta pameran atas karya terbaik anak bangsa di bidang produk kerajinan melalui INACRAFT Awards. “Ide yang diramu dengan baik oleh para perajin merupakan hasil gabungan dari kreativitas, inovasi, bakat, dan keterampilan yang didukung oleh perkembangan teknologi yang ramah lingkungan. Itu salah satu modal membangun citra positif Indonesia di mata dunia,” ujar Dirjen Nus melalui Siaran Pers yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (20/4/2016). (Aprilia Rahapit)