Dana Fashion Tak Takut MEA, Malah Jemput Bola

Dana Fashion Tak Takut MEA, Malah Jemput Bola
Jakarta, Obsessionnews – Dana, pemilik busana berlabel ‘Dana’ yang ikut pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), mengaku tak merasa takut untuk menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Malah ia jadikan MEA sebagai pemacu dalam meningkatkan hasil produk yang lebih kreatif dan layak untuk dijual. “Persaingan saya rasa nggak. Justru jadi pemacu supaya kita lebih kreatif lagi. Pasar manapun kita nggak takut,” ujar Dana di sela-sela pameran, Rabu (20/4/2016). Tentunya, Dana memiliki cara khusus untuk memikat para pelanggannya agar betah memakai produk yang dirancangnya. Meski saat ini ia belum mempunyai butik. “Jadi memang kita nggak ada butik, lebih kita membuat sistim menjemput bola. Jadi misal customer kita ada di selatan, kita pameran di mal selatan. Customer ada di Bandung, kita pameran di Bandung,” jelas Dana. “Alasannya kita lebih untuk perputaran untuk produksi barang cepat di mall. Salah satunya, untuk deketin customer, jadi saling sering ketemu,” tuturnya. [caption id="attachment_118893" align="alignleft" width="203"]Dana Fashion Dana tak takut menghadapi persaingan.[/caption] Model busana yang berbandol harga Rp 450 ribu – Rp 750 ribu  dan segmennya untuk usia 30-50 tahun ini ia desain sendiri. Dana menceritakan, stok busana di Inacraf ini telah ia persiapkan semenjak empat bulan yang lalu, dengan memakai material linen dari motif tenun Bali ke aplikasi bahan linen berteknik tenun batik. “Idenya adalah saya ingin membuat segmennya itu antara 30 sampai 50 tahun, karena di umur itu lebih fashion, masih ada kekiniannya. Di mana produksi satu motif ada 6 seri warna,” jelas Dana yang telah bergelut mendirikan busana ini semenjak dua tahun lalu. Dana mengungkapkan prestasinya yang pernah diundang di kedutaan Madrid, Spanyol untuk memamerkan hasil rancangannya. “Alhamdulillah, di tahun 2014 saya pernah diundang di kedutaan Madrid, Spanyol, untuk acara Agustus, terjual habis,” ujarnya. Dana berharap kepada pemerintah agar memberikan perhatian lebih lagi, terutama dalam menambah modal untuk produksi. “Tentu kemudahan untuk kita ini lebih sedikit diperhatikan lagi dan diberi kemudahan untuk modal. Alhamdulillah saya masih modal sendiri,” tambahnya. (Popi Rahim, @popirahim29)