Kerjasama dengan TNI, Bulog Serap Gabah Lebih Maksimal

Kerjasama dengan TNI, Bulog Serap Gabah Lebih Maksimal
Jember, Obsessionnews - Sebelum bekerjasama dengan TNI, Bulog tidak bisa menyerap gabah secara maksimal bahkan per hari sekitar 0,5 %. “Namun setelah bekerja bersama TNI, kita bisa menyerap sekitar 1 % bahkan lebih,” aku Kepala Bulog Divre Jember (Jawa Timur) M Khozin, Rabu (20/4/2016). Menurutnya, penyerapan gabah per hari kemarin sekitar 20 % dari target yang dicanangkan sebesar 75 ribu ton beras. Mengenai kendala dalam program penyerapan (Sergab), Khozin menjelaskan bahwa memang beberapa waktu yang lalu ada kendala dari beberapa pengusaha penggilingan yang belum melaksanakan kerjasama dengan Bulog. “Namun berkat bantuan TNI dan dikumpulkan Dandim beberapa waktu yang lalu hal tersebut sudah dapat kitra atasi,” tandasnya. Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Dirjen PSP Kementan RI Sumardjo Gatot Irianto melakukan kunjungan ke Jember untuk kepentingan program ketahanan pangan, apabila sebelumnya mensuport Dinas Pertanian dan Kodim 0824 untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan perluasan area tanam. Dirjen PSP bersama Staf Ahli Kasad Brigjen TNI Agus Prasetyo, Kol Arh Bambang Murtiyoso Paban Sterad dan Lekol Inf Nanang Prianggodo Pabandya Wanwil Sterdam V/Brw, turun pesawat komersial Garuda Explore di Lapangan Terbang Noto Hadinegoro disambut oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Dandim 0824 Letkol Inf Muhammad Nas, Kepala Dinas Pertanian Kab Jember Ir Hari Wijayadi dan Kabulog Divre Jember M Khozin beserta staf. TNI - Bulog - Jember 2 Usai menyambut Bupati Jember berpamitan kembali ke Pemkab Jember dan  Dirjen PSP bersama rombongan didampingi Dandim 0824, Khozin dan Hari Wijayadi langsung bersama-sama  turun ke beberapa kelompok tani yang sedang memanen padinya diantaranya ke kelompok tani “Suka Makmur” Dusun Rowo Desa Rowo Indah menemui langsung ketemu sama P Mustar (40), ketua kelompok tani dan ditanya mau dijual ke Bulog apa kemana? Mustar pun menjawab dijual ke Bulog kalau harganya cocok. Setelah diukur kadar airnya ternyata 21,23 % dan harga yang diminta awalnya Rp4.000 per kg GKP (Gabah Kering Panen), namun ditawar Rp3.700 per kg oleh Dirjen PSP. Setelah dipikir-pikir sebentar akhirnya diberikan oleh Mustar, sehingga langsung dikasih uang muka oleh Kepala Bulog Jember, karena jumlah hasil panennya masih berupa perkiraan sekitar 10 ton. Selanjutnya menuju Sumbersari ke kelompok tani Pertala-I menemui ketuanya H Yakop Ashari yang sedang melaksanakan panen di belakang rumahnya dan langsung diadakan pengukuran kadar airnya agak tinggi ketemu 31,02 % serta diberikan kepada Bulog Divre Jember dengan harga Rp3.700 per kg GKP, selanjutnya menuju Desa Seputih Kec Mayang dan bernogosiasi dengan kelompok tani setempat. TNI - Bulog - Jember 3 Dirjen PSP Sumardjo Gatot Irianto menjelaskan, perkembangan Serapan Gabah (Sergab) saat ini paling tinggi Jawa Timur. “Untuk itu ini saya mengajak TNI dari Mabes AD hingga di wilayah-wilayah Dandim dan Babinsa untuk mendorong petani agar menjual panennya kepada Bulog, untuk persediaan raskin perlu diketahui raskin akan kita dukung dari hasil panen disekitar wilayah tersebut agar uang berputar di daerah tersebut,” paparnya. Untuk stok beras saat, menurutnya, masih aman saat ini sekitar 1,3 juta ton setara gabah atau sekitar 600 ribu ton setara beras. Sedangkan untuk target serapan gabah secara nasional, ia menegaskan, jangan dikatakan targetlah itu adalah batas ambang bawah yang harus dicapai dan hingga saat ini sekitar 1,3 juta ton tersebut. Staf Ahli Kasad Brigjen TNI Agus Prasetyo terkait keberadaan TNI dalam menunjang program ketahanan pangan ini menyampaikan bahwa TNI secara struktural all out dari atas hingga bawah sama, secara jiwa raga siap mendukung program ketahanan pangan, Terkait kendala TNI dalam menunjang program ketahanan pangan hingga saat ini, ia tegaskan, tidak ada kendala yang berarti. “Kita bermodal tekad yang kuat dan keihlasan kita dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara,” tutur Brigjen Agus. (Red)