Apeksi: Pembangunan di Indonesia Masih Konvensional

Apeksi: Pembangunan di Indonesia Masih Konvensional
Bandung, Obsessionnews - Pembangunan Indonesia akan berkembang pesat apabila seluruh Kabupaten Kota kompak memperbanyak jalinan kerjasama (kolaborasi) dan mengurangi sikap kompetisi dengan kota lainnya. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil selaku Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) III yang membawahi 25 kota se-Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. "Kalau ada yang kota sukses kita sharing ke kota-kota lain, kesuksesan di Bandung di Yogyakarta dibagi, semakin banyak kita berbagi Indonesia akan semakin cepat hebatnya, prinsip kami kurangi kompetisi dan perbanyak kolaborasi," Dikatakan lebih lanjut oleh Ridwan saat Rapat Kerja Komisariat Wilayah III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk membahas sejumlah isu penting aktual dalam pemerintahan kota, di Hotel Santika Jl. Wahidin no.32, Kota Cirebon, Rabu (20/4/2016). Kali ini Raker Komwil III APEKSI dilaksanakan di Kota Cirebon mulai tanggal 19 sampai 21 April 2016 mengangkat tema "Pengembangan pembangunan melalui skema kerjasama pemerintah daerah (Public Private Partnership) dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas serta ketersediaan pelayanan publik di daerah. APEKSI merupakan forum yang terdiri dari 98 kota daerah perkotaan yang bertujuan membantu anggotanya melaksanakan otonomi daerah dan menciptakan iklim kondusif bagi pembentukan kerjasama antar pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut Ridwan menyatakan pembangunan Indonesia terasa sangat lambat disebabkan pola pembiayaan yang masih menggunakan cara yang terlalu konvensional, padahal negara-negara lain telah lebih dahulu menggunakan skema pembiayaan alternatif sehingga lebih maju. "Indonesia ini lambat dibanding negara-negara lain karena cara membangunnya terlalu konvensional, Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha itulah yang selama ini dilakukan negara-negara maju dari dahulu, kita ini telat, jika kita tidak melakukan KPBU sampai kapanpun indonesia akan kalah terus," kata Ridwan. RK - Apeksi - Berkaitan dengan tema yang diusung, Ridwan menyemangati agar para walikota dibawah komwil III untuk memulai inovasi KPBU, "Inilah cara baru untuk membangun Indonesia, sebagai ketua saya memberikan akses yang saya punya, bagaimana membangun kota dengan uang swasta yang selama ini pembangunan selalu dari APBD padahal ada cara-cara lain membangun kota, nah ini yang ingin kita bagi dari Bandung, kita mulai membangun kota dari hibah, CSR, kerjasama pihak ketiga," ungkapnya. Ia mencontohkan bagaimana memangkas waktu percepatan pembangunan dapat dicapai dengan melibatkan pihak swasta, "Membangun rumah sakit kita nyicil lima atau sepuluh tahun pada swasta kan cepat beres, kalau dari APBD baru bisa selesai tahun keenam atau ketujuh orang keburu mati kalau swasta yang bangun bisa selesai tahun kedua, nah pola pikir ini yang ingin kita bagi. Ridwan mengatakan Indonesia membutuhkan inovasi baru dalam skema pembiayaan dan seraya mengajak seluruh wali kota yang tergabung dalam komwil III untuk melakukan inovasi dalam skema pembiayaan pembangunan infrastruktur. "Mari kita bersemangat dengan pola pikir baru bahwa ada cara lain untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan, dengan logika baru menjadi pemerintahan yang jemput bola proactive government bekerjasama dengan swasta tidak hanya menunggu mengandalkan APBD dan bantuan pusat saja dalam pembangunan infrastruktur kota," ajaknya. Malam sebelumnya, Selasa (19/04) Ridwan menghadiri acara Welcome Dinner di Taman Air Suryaragi sebagai bentuk penyambutan selamat datang dari Wali Kota Cirebon, Nazrudin Azis dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Direktur Eksekutif Apeksi, Sarimun Hadisaputra, diakhiri simbolis pemukulan gong pembukaan secara resmi Raker Komwil III Apeksi tahun 2016 oleh Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah III Provinsi Jawa Barat. (Dudy Supriyadi)