Hadapi Terorisme, Jokowi Ajak Kerjasama Internasional

London, Obsessionnews - Presiden Jokowi mengatakan seperti di banyak negara lain, dua aset penting dalam kehidupan di Indonesia, yakni Islam moderat dan demokrasi masih mendapat berbagai tantangan, seperti tindakan intoleransi dalam masyarakat, radikalisme dan ektremisme kekerasan, aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. "Bahkan ada juga warga negara kami yang bergabung dengan gerakan-gerakan teroris asing di luar negeri meskipun jumlahnya sangat kecil sekali di antara 252 juta penduduk Indonesia," kata Presiden di depan Parlemen Kerajaan Inggris, Selasa (19/4/2016) waktu setempat. Presiden menjelaskan cara Indonesia menghadapi tantangan di dalam negeri dengan memperkuat penegakan hukum, merevisi UU anti-terorisme, dan meningkatkan kemampuan otoritas intelijen. Dan yang lebih penting adalah mengedepankan pendekatan soft power yang melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya ormas keagamaan. "Kami juga menjalin kerja sama internasional, termasuk dalam menyerukan perdamaian dan kerja sama antar-peradaban," ucap Jokowi. Presiden menggarisbawahi bahwa tantangan yang dihadapi dalam melawan gerakan-gerakan teroris sekarang ini tidak bisa dengan pendekatan militer semata, tidak juga dapat diselesaikan secara unilateral. Karena itu, lanjut Presiden, serangan teror dimana pun, harus mengingatkan semua negara pada pentingnya kerja sama internasional. "Suara dan upaya perdamaian yang diserukan Indonesia, tidak dapat kami lakukan sendirian," kata Presiden. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Dubes Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma. (Has)





























