Uniknya Daffa, Cita-cita Pelaut Sampai Minta Hadiah Piala

Semarang, Obsessionnews - Daffa Farros Oktoviarto (9), bocah asal Semarang yang menghebohkan media sosial karena menghadang pemotor di trotoar Kalibanteng ternyata bercita-cita ingin jadi seorang pelaut. "Pengennya jadi pelaut. Asik," ujarnya sambil tersenyum saat ditemui pada jam istirahat di SD Kalibanteng Kidul 01,Selasa (19/4/2016). Lucunya, Daffa yang dikenal pemberani menyetop pengendara nakal, malah takut dengan air. "Endak bisa renang, hehehe," kata dia tersipu malu. Para guru pun mengakui keberanian siswa kelas 4 itu. Wali Kelas 4 A, Dini Anggraini mengatakan, keseharian bocah kelahiran 24 Oktober 206 itu memang gemar mengingatkan teman sekelas jika ada yang berbuat salah. "Misal ada yang buang sampah sembarangan, itu dia suka lapor sama guru," tuturnya kepada obsessionnews.com. Ternyata, Daffa termasuk dalam kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) golongan Hiperaktif. Hal ini memicu tindakannya yang selalu bergerak lincah. Dari pengamatan juga sangat terlihat jika Daffa seakan memiliki energi lebih. "Pernah dulu ada temen yang suka ribut, terus dia marah-marah dan langsung ngelempar tas temennya. Daffa memang ga suka sama anak-anak yang tidak taat aturan," terang dia. Yang menarik, saat akan diberi hadiah atas aksi beraninya itu, bocah cilik itu hanya meminta sebuah piala dengan logo Jawa Tengah bertuliskan namanya. Tak hanya itu, ia juga ingin bertemu orang-orang penting seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. "Cuma minta piala. Saya kasih uang enggak mau. Memang unik anaknya," tambah Kepala Sekolah SD Kalibanteng Kulon 1, Enny Anggorowati tempat Daffar belajar. Meski tidak termasuk menonjol dalam prestasi pendidikan, namun secara garis besar Daffa bisa dikategorikan anak yang baik dan mudah bergaul, baik dengan sebayanya maupun dengan yang lebih tua. Daffa mulai terkenal usai fotonya sedang menghadang sepeda motor menggunakan sepeda kayuhnya di atas trotoar tersebar di jejaring sosial. Diketahui, sejak bulan Januari ia sudah melakukan aksi tersebut. Banyak kalangan menilai, tindakan Daffa sebagai ungkapan kekecewaan atas banyaknya kendaraan yang semena-mena menggunakan fasilitas publik. (Yusuf IH)





























