Lima Pengusaha Nasional Berbagi Ilmu dengan Pengusaha Sumbar

Lima Pengusaha Nasional Berbagi Ilmu dengan Pengusaha Sumbar
Padang, Obsessionnews - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendatangkan lima pengusaha Indonesia ke Sumbar untuk berbagi ilmu kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sharing pengetahuan yang dipandu langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan perbankan. Pengusaha yang didatangkan adalah, Owner and Chairman Garudafood, Sudhamek, CEO Property, Entertainment, Tour and Travel CT Corp, Komisaris Garuda Indonesia, Dony Oskaria, Managing Director Bukalapak.com, Muhammad Fajrin, pakar industri kreatif owner 45 frame, fasscomm, Ipang Wahid dan Presiden Director and Chairman Apac Inti Corpora Beni Soetrisno. CEO Property, Entertainment, Tour and Travel CT Corp, Komisaris Garuda Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, pengusaha besar yang berhasil di Indonesia pada umumnya mereka sukses dari usaha kecil. "Dari pemaran yang disampaikan oleh narasumber, hampir sebahagian besar pengusaha-pengusaha di Indonesia itu berawal dari usaha kecil. Ini harus menjadi satu pemikiran yang kita pegang. Kita punya potensi jadi pengusaha yang besar," kata Doni Oskaria, Selasa (19/4). Menurut Doni, pengusaha di Sumbar sulit berkembang menjadi pengusaha besar dan tidak ada satu perusahaan milik orang Sumbar yang sanggup bertahan sampai dua generasi. Kendala yang terjadi, sehingga pengusaha di Sumbar tidak ada yang menjadi pengusaha besar, karena selalu gagal mentranspormasi diri dari pedagang menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha besar, mindsetnya harus dirubah. Usaha yang selama ini dikelola sendiri, mulai dari membuat bahan hingga memasarkan, harus dijadikan sebagai badan usaha. "Caranya untuk menjadi pengusaha besar, harus punya bentuk untuk menjadi besar dan punya kemauan untuk bertranspormasi," ujarnya. Kemudian, yang paling susah untuk dirubah perdebatan seputar pasar modern atau ada warus yang dikelola lebih modern. Padahal pengelolaannya lebih modern dan servicenya juga lebih modern. "Kita lupa bahwa bisnis itu bisa bertahan kalau kita mampu memenuhi kebutuhan customer kita," ungkapnya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)