Kegagalan Perundingan Opec, Yen Kembali Diburu

Jepang, Obsessionnews - Setelah kejadian gempa yang mengguncang Kumamoto pada Jumat (15/4/2016) lalu, ternyata tidak berpengaruh banyak terhadap mata uang Yen Jepang. Meskipun sempat jeblok terhadap Dolar AS ke Level rendah dalam waktu sepekan, nyatanya perlemahan tersebut tidak berlangsung lama. Contohnya pada Jumat lalu (15/4) USD/JPY diperdagangkan pada level 109.68 sempat menyentuh level 109.71, angka tersebut dibilang tertinggi dalam sepekan terakhir yang merupakan Gotobi Date atau dimana ketika itu para pebisnis Negeri Sakura tengah melakukan rekap keuangan dan membeli Dolar AS, sehingga kemelorotan Yen tak terlalu signifikan. Pasar finansial yang lebih terpengaruh oleh gempa ini adalah pasar saham daripada pasar forex. Hal tersebut mempengaruhi Saham Nikkei yang terjun hingga 3 persen di hari Senin (18/04) pagi ini setelah gempa pekan lalu mengikis sentimen risiko dan membuka outlook penguatan Yen. Direktur Penjualan Ekuitas Jepang di Credit Suisse, Stefan Worral mengatakan pihaknya melihat adanya kekhawatiran di antara pelaku pasar saham karena gempa ini. Akan tetapi, pelemahan Yen yang sempat terjadi pekan lalu pun sirna karena kegagalan pencapaian kesepakatan OPEC membuat Yen yang bersifat safe-haven kembali diburu. USD/JPY sudah kembali turun dengan diperdagangkan pada kisaran 108.030 pagi Hari ini, dari level tinggi 109.540 akhir pekan lalu. (Aprilia Rahapit)





























