Eforia Pemekaran Provinsi Kepton Harus Didasari Konsep

Eforia Pemekaran Provinsi Kepton Harus Didasari Konsep
Jakarta, Obsessionnews - Eforia pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) terus digulirkan. Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) tentunya mendukung pemekaran Kepton sebagai daerah otonomi baru (DOB) dengan menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk kajian akademik pembentukan provinsi Kepton. Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Sultra (KKMS) La Ode Djeni Hasmar memaparkan, tahun ini (2016), Kepton akan diresmikan sebagai daerah DOB. "Saat ini sedang dibahas oleh DPD dan DPR RI, dan Insya Allah prosesnya akan dipercepat, muda-mudahan tahun ini resmi sebagai provinsi Kepton," katanya kepada Obsessionnews.com, di TMII, Jakarta, Minggu (17/4/2016). Menurut Laode Djeni, saat ini ada beberapa daerah DOB menjadi usulan di DPD dan DPR, yang sedang dibahasa. "Saat ini lagi dibicarakan Kota Muna, Muna Timur, Kolaka Selatan dan Kepton. Tapi yang diprioritaskan adalah Kepton, kemungkinan tahun ini," sebutnya. [caption id="attachment_117978" align="aligncenter" width="640"]Laode Masihu Kamaluddin dan Wartawai Obsessionnews. Laode Masihu Kamaluddin dan Wartawai Obsessionnews.[/caption] Di tempat yang sama, Laode Masihu Kamaluddin mengapresiasi aspirasi dan perjuangan  masyarakat Buton untuk mekar sebagai Provinsi Kepton. Namun kata Laode pemekaran harus dibarengi pengembangan fundamental masyarakat dan harus memiliki konsep. "Kalau terbentuk dan itu aspirasi saya pikir juga bagus. Tapi dalam pengembangannya yang harus dilakukan itu adalah harus ada kesepakan umum seperti apa bentuknya Kepton itu, dia akan berkembang sesuai siapa yang memimpin. Jika tidak ada konsep maka itu berbahaya buat rakyat dan menyenangkan buat pengusaha. Semoga pemekarannya bukan kebutuhan politik saja," harapnya. Menurutnya, Kepton memiliki potensi aspal yang perlu dikelola dengan baik, begitu juga potensi lautnya yang melimpah. Katanya potensi itu harus dirumus bersama oleh tokoh masyarakat setempat. HUT Sultra di TMII2 "Dia harus jadi provinsi maritim, dia memiliki laut banda dan laut pasifiik, kemudian di selatan dia berbatasan dengan laut Flores dan Hindia, daratannya tidak terlalu luas tapi aspalnya hebat, itu potensi untuk mengembangkannya. Oleh karena itu harus ada pandangan baru di dalam potensi ini, harus ada perubahan wawasan dan semua politisi di sana," usulnya. Ia menilai budaya Buton adalah daerah kerajaan dimana pemimpinnya kala itu memiliki gagasan-gagasan hebat sehingga dimasa kekinian Buton tetap gemilang. "Merdeka aja dulu, provinsi saja dulu, nanti kita bicara, tapi jangan berebut kekuasaan tanpa konsep. Konsep bagaimana membangun Kepton sebagai daerah provinsi maka perlu duduk dulu semuanya," pungkasnya. (Asma)