80 Mahasiswa Upgris Ikuti LKMM TPD

80 Mahasiswa Upgris Ikuti LKMM TPD
Semarang, Obsessionnews - Sedikitnya ada 80 peserta lebih mengikuti kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra Dasar (LKMM TPD) 2016 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Progdi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Semarang (Upgris). Acara yang digelar dari Sabtu-Minggu (16-17 April 201) tersebut mengusung tema 'Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Yang Peduli Akan Rasa Perjuangan Untuk Generasi yang Unggul bagi Kehidupan' yang diadakan di aula Balai Pelatihan Transmigrasi, Kota Semarang. Didalamnya ada 20 materi yang sudah dikonsep panitia baik ice breking, pentas seni, ajang kreasi bakat, out bound dan sebagainya. Selain itu masih ada 6 materi inti diskusi dan seminar tentang menumbuhkan sifat kritis, keterampilan organisasi, pengenalan dan pengembangan diri, bela negara, mekanisme sidang organisasi, dan keorganisasian. Dalam sambutannya, Ketua Umum HIMA Progdi BK Upgris, Chusna Pradipta Ekiyani menyampaikan, bahwa pembentukan karakter tidak bisa dilakukan dengan proses akademik saja. Ia juga menilai jika dilakukan dengan proses akademik maka yang terbentuk adalah kompetisi yang umumnya tidak sehat. “Melalui LKMM TPD ini peserta bisa mendapatkan banyak ilmu baru, misalnya manajemen diri, mengerti tentang keorganisasian dan sebagainya. Yang jelas banyak hal baru yang bermanfaat,” kata Chusna didampingi ketua panitia kegiatan, Apriliani Ar Rosyidah usai menutup acara, Sabtu (17/4/2016). Chusna juga mengatakan, bahwa kegiatan LKMM TPD adalah salah satu pengalaman berharga selama menyandang predikat mahasiswa. “Banyak hal yang tidak pernah dibayangkan dan diperoleh di bangku perkuliahan, kita dapatkan di LKMM TPD ini,” ujarnya. Aprilani Ar Rosyidah menambahkan, dengan terselenggaranya kegiattan LKMM-TPD ini, pihaknya berharap seluruh peserta memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjalankan roda organisasi ke depan baik ditingkat kelas, maupun organisasi lainya. Terpisah dalam paparan materinya berjudul Keorganisasian, Ketua Dewan Pembina pada Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jateng, Joko Susanto menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa yang aktif dalam organisasi dan menjadi seorang aktivis maka janganlah mudah terprofokasi dan terombang-ambing dengan permasalahan politik yang sedang terjadi di lingkungan sekitar ataupun permasalahan politik secara nasional. Ia juga menyampaikan, mahasiswa sebagai aktivis memang harus kritis, namun harus memiliki landasan berfikir yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. "Organisasi itu adalah rumah yang berfungsi untuk planning (perencanaan,red), organizing (pengaturan,red), actuating (mengerakkan,red) dan controling (pengawasan,red). Keempat unsur ini harus terpenuhi agar fungsinya berjalan seimbang dan positif," kata pria yang akrab disapa Bung Joko juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Hima BK Upgris tersebut. Menurutnya, organisasi dalam tataran mahasiswa berfungsi untuk pembentukan kader, cara berpikir, cara bekerja yang mana didalamnya juga termasuk etika, moral, tanggungjawab, mental, psikologis, dan cara mengerjakan sesuatu. Dia juga berharap dengan materi yang disampaikanya dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pelatihan bagi seluruh peserta mengenai pentingnya pengelolaan manajemen keorganisasian agar nantinya di dalam sebuah organisasi dapat berjalan sesuai dengan alur dan ketentuan yang telah ditetapkan. ''Raihlah mimpimu, kejarlah cita-citamu, jangan pernah menyerah, dan berhenti untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik dan percayalah kita pasti bisa," ujar pendiri Liga Mahasiswa Nasdem (LMN) Jateng tersebut. (Yusuf IH) )