Pemerintah - Kadin Sinergi Kembangkan Ekonomi Berbasis Daerah

Jakarta, Obsessionnews - Pemerintah berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen yang diharapkan bergerak dari daerah. Untuk itu, dalam pertemuan bersama, Presiden Jokowi meminta Kadin untuk berperan mengembangkan ekonomi yang berbasis pada ekonomi daerah. "Intinya pengusaha daerah harus dibangkitkan sehingga pondasi ekonomi kita menjadi lebih kokoh," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/4/2016). Eddy mengatakan permintaan Presiden Jokowi tersebut sangat positif bagi Kadin, karena visi Kadin dalam pengembangan UKM dan membuat 1 juta pengusaha baru, selama ini bergerak dari daerah, ditambah dengan komitmen ini disambut baik oleh kalangan pengusaha di daerah. "Kadin diminta tidak elitis dan itu pesan dari bapak presiden, Kadin harus bersifat teknis dan pengembangan ekonomi berbasis pada rakyat dan Kadin kamilah yang selama ini lakukan," katanya. Ada tiga hal pokok yang disampaikan Kadin dalam kesempatan pertemuan dengan Presiden Jokowi. Pertama, ha yang terkait dengan deregulasi, di mana kebijakan-kebijakan yang mempermudah usaha dalam izin membangun usaha. Kedua, soal percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini, dan terakhir masalah pengembangan SDM. "Ini sesuai dengan misi kami yaitu membuat 1 juta pengusaha baru di mana Indonesia saat ini hanya 1,65% pengusaha, yang harusnya negara sebesar Indonesia miliki 2% pengusaha atau artinya kurang sekitar 1 juta pengusaha itu," pungkas dia. Dalam menciptakan wirausaha baru dan mengejar target 1 juta pengusaha, Kadin mempunyai program go to campus dengan melakukan pembinaan pengusaha kecil menengah, dan program sapi impor atau lokal. "Ada lagi program satu juta rumah terutama dengan disahkannya Tapera, Kadin mendukung kebijakan itu," jelasnya. Tidak ketinggal, Eddy dan pengurus lainnya menyampaikan hasil Munas yang berlangsung di hotel Ritz Carlton pada 2015 lalu, serta menyampaikan visi Kadin yaitu memiliki paradigma baru yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan yang melibatkan pengusaha kecil dan besar. (Has)





























