BKSDA Hibahkan 7 Hewan Awetan ke Unnes

Semarang, Obsessionnews - Dalam rangka Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) menghibahkan 7 ekor offset atau hewan awetan dilindungi kepada Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jum'at (15/4/2016). Penyerahan dilakukan secara simbolik oleh Kepala BKSDA Jateng, Suharman kepada Dekan Fakultas MIPA, Prof. Zaenuri di halaman kantor BKSDA Jateng. Dalam sambutannya, Suharman mengatakan, sebagaimana Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 negara melarang warganya memperjualbelikan satwa dan tumbuhan langka. "Tidak boleh satu pun dijual termasuk baik saat hidup maupun yang sudah mati," kata dia. Penyerahan ini bertujuan untuk memberikan manfaat lebih, bagi masyarakat, utamanya lembaga pendidikan yang mana jasad hewan tersebut dapat diteliti oleh civitas akademika. "Akan lebih berguna dimana mahasiswa bisa meneliti morfologi hewan langka ini," ujarnya. Sementara itu Dekan Fakultas MIPA UNNES, Prof Zaenuri mengaku senang karena Unnes telah dipercaya merawat dua ekor harimau awetan Sumatera yang diketahui proses perawatannya rumit. Sebagai informasi, dari 7 offset, terdapat 2 harimau awetan milik Mendagri, Tjahjo Kumolo yang sebelumnya diserahkan ke BKSDA Jateng. Ia juga menyebutkan, merawat ekosistem alam tak semudah seperti memulihkannya. Terlebih lagi, kedua offset ini sudah berusia puluhan tahun. "Tetapi, kami akan bekerjasama dengan BKSDA untuk merawat harimau milik Pak Tjahjo biar bulunya tidak rontok," paparnya. Zaenuri meminta agar mahasiswa jurusan Biologi memanfaatkan harimau milik Menteri Tjahjo sebagai bahan praktek di bidang pelestarian satwa. Sehingga diharapkan proses pembelajarannya lebih bermakna. "Tiap mahasiswa bisa leluasa meneliti habitat harimau khususnya seperti apa perkembangannya sekarang. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar tidak punah," jelas Zaenuri. Endah Peniati, Dosen Mata Kuliah Embriologi Hewan Fakultas Biologi dan MIPA Unnes menambahkan, dua harimau ini nantinya diletakkan di lantai tiga dan lantai dasar gedung Laboratorium Biologi Unnes. Fakultas MIPA, lanjutnya, mempunyai banyak mata kuliah pilihan di bidang konservasi satwa mulai dari taksonomi hewan, reservasi hewan, morfologi hewan, anatomi hewan, histologi hewan hingga ekologi hewan. "Karena di biologi semua hal tentang binatang dapat dibahas secara mendalam," tuturnya. Dikatakan Fakultas Biologi mempunyai empat program kuliah bidang keahlian (KBK) yaitu kuliah bidang Zoologi, Biotani, Bioteknologi dan Pendidikan. "Bahkan, saya sering mengajak mahsiswa praktek kuliah di luar dengan menyambangi BKSDA Jawa Tengah untuk mengenalkan sistem perlindungan satwa dan tumbuhan langka," terang Endah. "Sehingga kami sebagai pencetak sarjana saint dan guru tetap membekali lulusan dengan pengetahuan mumpuni di bidang konservasi satwa," tandasnya. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penitipan offset satwa jenis dilindungi. Adapun jenis offset yang diberikan adalah 3 ekor Harimau Sumatera, 2 ekor Cendrawasih, 1 ekor Bayan, dan 1 ekor Nuri Merah Kepala Hitam. Sepanjang acara juga diisi pelepasan burung Kutilang sebagai simbol Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)





























