Soal Panama Papers, Ini Kata Yustinus

Jakarta, Obsessionnews - Jika saja Panama Papers tak dibocorkan ke muka publik, tentu penyamaran kepemilikan dana yang tersimpan di surga bebas pajak, tak akan pernah bisa diketahui. Termasuk Indonesia, tidak bakal mampu mengetahui siapa saja pengusahanya yang menyamarkan dana guna menghindari pajak. "Ini murni aksi koorporasi. Dan terkait aktivitas bisnis murni," kata Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, di Jakarta, Selasa (12/4). Yustinus merinci, dari 10 besar perusahaan asal Singapura, empat di antaranya menyimpan keuntungan di tax haven. Dan bisa saja koorporasi itu kepunyaan orang Indonesia. "Orang indonesia banyak yang menyamarkan itu dengan modus macam-macam," sebut Yustinus. Sedangkan dari segi perencanaan pajak bisa saja tidak melanggar aturan menyimpan dana di luar negeri. Namun secara etika, Yustinus mengatakan tidak etis sebab merancang efisiensi pajak yang menurut Undang-Undang tidak sesuai semangatnya. Meskipun begitu, terkuaknya dokumen Panama Papers merupakan peluang untuk mengetahui siapa saja yang bermain serta mengobrak-abrik keuangan Indonesia dimulai menghindari pajak hingga membeli aset dengan harga murah. Namun Yustinus menilai, dalam sikap pemerintah yang mengatakan bakal mempelajari dahulu dokumen tersebut, justru dianggap sebagai langkah bertele-tele. "Presiden mengatakan punya data lebih lengkap, tapi baik untuk mengondisikan agar wajib pajak takut," kata Yustinus. (Aprilia Rahapit, @aprilia_rahapit)





























