Satbravo Gelar Antiteror di Bandara Adi Soemarmo

Satbravo Gelar Antiteror di Bandara Adi Soemarmo
Solo, Obsessionnews - Pasukan elite TNI AU, Satuan Bravo (Satbravo) 90 menggelar latihan antiteror di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah. Kesiagaan menjaga seluruh bandara di tanah air. Pasukan Gegana Polri, Avsec Bandara Adi Soemarmo, dan Airport Fire Fighting and Rescue (AFFR) Bandara Adi Soemarmo juga turut dilibatkan, seperti dilansir BUMN.go.id, Kamis (14/4/2016). baca juga:BNPT: Siyono Teroris Muhammadiyah Bela HAM Siyono Anton tak Sebut Muhammadiyah Bela Teroris Obama Akui Muslim Korban Teroris Direktur Operasional Angkasa Pura Airports, Wendo Asrul Rose, saat ditemui wartawan, mengatakan simulasi ini untuk mengantisipasi aksi teror. Apalagi bandara Solo sering digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya. Menurut dia, tidak hanya melakukan simulasi, AP I juga meningkatkan keamanan dengan menggandeng TNI AU. Ada pula kebijakan pengamanan baru yang mulai berlaku, Kamis (24/3), yakni pemeriksaan X-ray akan dilakukan dua kali, yakni saat check in dan akan memasuki ruang tunggu. Sebelumnya simulasi penanganan teroris, Bandara Adi Soemarmo juga melakukan simulasi kecelakaan pesawat. Kecelakaan dialami pesawat yang mengangkut 135 penumpang dari Timur Tfengah karena pecah ban yang menyebabkan pesawat keluar nmway. Akibatnya lima orang meninggal dunia, 20 orang luka berat, 22 orang luka sedang, dan 88 orang luka ringan. Jalannya latihan seperti keadaan nyata. Misalnya, suara tembakan tiga kali datang dari lobi Bandara Adi Soemarmo. Dua orang membawa senjata api dan menyandera dua karyawan salah satu kafe di bandara. Hal ini membuat pengantar calon penumpang di area tersebut kaget kemudian menyingkir untuk mencari tempat yang aman. "Cepat bebaskan teman kami! teriak salah satu teroris yang membawa senjata laras panjang jenis AK-47 dan menggendong tas ransel berwarna hitam. Sebelumnya, tiga orang teroris diamankan pihak keamanan bandara, aviation security (Avsec). Merasa tuntutan tidak ditanggapi, teroris kembali melepaskan tembakan dan memaksa masuk ke dalam ruang check in. Petugas bandara berupaya melakukan negosiasi untuk melepaskan sandera tapi tidak mendapat tanggapan dari teroris. "Bebaskan teman kami atau bandara ini kami ratakan dengan tanah!" teriaknya lagi. Teroris mengancam akan meledakkan bom yang telah dikirim melalui kargo. Tidak lama setelah itu, lima anggota Satbravo 90 TNI AU, datang dari arah timur menuju pintu keluar yang berada di dekat pusat layanan informasi bandara. Satbravo memaksa masuk dengan meledakkan pintu keluar. Baku tembak pun tak terhindarkan. Dalam waktu sekitar 10 menit, teroris berhasil dilumpuhkan dan sandera diselamatkan. @reza_indrayana