Menpar Ajak Pelaku Usaha Bisa Kalahkan Malaysia

Surabaya, Obsessionnews - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengajak pelaku usaha, pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerjasama memajukan industri pariwisata agar bisa mengalahkan Malaysia. “Kita punya potensi devisa yang besar, karena di Indonesia banyak sekali pilihan wisata alam dan budaya. Namun kenapa pendapatan devisa yang didapat jauh lebih sedikit dari Malaysia?” ungkap Arief dalam diskusi Ruang Ide di Grha Pena, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/4/2016) seperti dilansir laman bumn.go.id. Baca juga:FOTO Menpar Ekspedisi Maritim FOTO Menpar Buka Indonesia Travel 2016Menpar Andalkan 10 Destinasi Menpar Tutup Toue de Singkarak FOTO Slank dan Menpar Pada diskusi yang bertema ‘Pariwisata Pilar Utama Bangkitkan Ekonomi Daerah’ tersebut juga hadir sebagai narasumber, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto. Hal tersebut menunjukkan adanya kesalahan yang fundamental pada pengelolaan pariwisata di Tanah Air. “Padahal sektor pariwisata Indonesia memiliki potensi yang besar, yakni terpenuhi dari faktor size, sustainability, dan spread. Maka, itu bisnis yang baik,” jelas Arief. Mantan Dirut Telkom tersebut memaparkan, dari sisi pemerintah perlu ada regulasi yang lebih menarik wisatawan mancanegara untuk mau berwisata ke Tanah Air. Salah satunya dengan menambah negara yang diberlakukan bebas visa kunjungan. Saat ini Indonesia masih tertinggal dalam kebijakan pemberlakuan bebas visa kunjungan jika dibandingkan negara-negara tentangga di Asia Tenggara. “Karena nilai ekonomi bisnis pariwisata itu bukan pada visa, tapi pada spending (manfaat ekonomi yang didapat sesuai lama tinggal wisatawan di suatu lokasi). Komposisi wisatawan di Indonesia mayoritas masih merupakan wisatawan Nusantara, padahal yang spending-nya hanya sekitar seperlimabelasnya wisatawan mancanegara,” jelasnya lagi. Oleh karenanya, pemerintah terus membenahi pengelolaan pariwisata Indonesia, terutama dari sisi branding yang mengusung slogan ‘Wonderful Indonesia’. Berbagai strategi branding telah dilakukan untuk memasarkan destinasi wisata Nusantara dan sudah mulai terlihat hasilnya. Indonesia memenangi berbagai penghargaan internasional di bidang turisme. Di antaranya yakni terpilih sebagai World Halal Travel Awards 2015 untuk Pulau Lombok, UNWTO Awards 2016 untuk Banyuwangi, dan tiga penghargaan dari bursa pariwisata internasional terbesar di dunia, ITB di Berlin, Jerman, tahun ini. @reza_indrayana





























