Warga Tolak Revitalisasi Rel KA Tawang-Tanjung Mas

Semarang, Obsessionnews - Ratusan warga Kebonharjo Semarang yang menggelar pertemuan dengan Manajemen PT KAI Daerah Operasional 4 Semarang pada Rabu (13/4/2016) sejatinya setuju dengan proyek reaktivasi rel kereta api Stasiun Tawang - Pelabuhan Tanjung Emas. Namun, mereka mengeluh rencana yang dilakukan lebih menjurus ke revitalisasi. "Kami tidak pernah tolak reaktivasi. Monggo kalau negara mau makai (tanah warga). Tapi jangan sampai langgar Undang-undang pembebasan lahan," kata warga Kebonharjo, Diana Sukorina, saat berdialog dengan PT KAI di gedung Marabunta, Rabu (13/4/2016). Ia menegaskan lahan yang dihuni ratusan warga Kebonharjo telah bersertifikat hak milik. Diana pun meminta PT KAI Daop 4 Semarang tidak sembarangan menggusur pemukiman warga Kebonharjo. "Kita punya SMH. Kalian punya apa? HPL? NIB? Jangan berulang-ulang berstatemen di koran menakuti warga. Yang bermusuhan itu negara melawan negara," ujarnya menambahkan. Menurutnya, SHM atas tanah yang mereka huni telah ada sejak 24 September 1980. "Kita tahu SHM itu sah. Saya lahir sertifikat itu sudah diumumkan negara yang difasilitasi BPN," papar Diana. Sementara Senior Manajer Aset Daop 4 Semarang, Eman Sulaiman menyatakan proyek reaktivasi rel kereta api dari stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang adalah program nasional. Rencananya proyek ini bakal memakai lahan warga Kebonharjo sebanyak 15 meter per segi dari kanan dan jalur rel. "Potensi Pelabuhan Tanjung Emas sebagai aset Jateng dan pintu masuk transportasi ke luar Jawa," ujar Eman saat memaparkan proyek reaktivasi rel kereta. Sebanyak 130 bangunan warga menjadi terdampak proyek reaktivasi. Rinciannya, 118 rumah warga, 2 unit bangunan Masjid, 2 unit Bangunan Musola, 2 unit Taman Pendidikan Al-Quran, dan 6 Fasilitas Umum. Pihaknya mengklaim pemukiman warga Kebonharjo dibangun di atas lahan milik PT KAI Daop 4 Semarang. PT KAI siap memberi uang kompensasi atas bangunan warga terdampak proyek reaktivaso paling besar Rp 250 ribu per meter. "Untuk Masjid, Musola, dan Fasilitas Umum, PT Kereta Api bisa membangun kembali dengan yang lebih bagus dari sekarang," tandasnya. (Yusuf IH)





























