Bahaya Kalau Masjid Al Alam Sultra Jadi Ladang Korupsi

Kendari, Obsessionnews - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Wahidin Kusuma Putra, menilai ada keganjilan terhadap pembangunan Masjid Al Alam yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2011 lalu. Hingga saat ini program pembangunan masjid itu telah menghabiskan uang negara kurang lebih Rp70 miliar. Mirisnya dari anggaran yang dihabiskan 30% dari total anggaran perencanaan Rp250 miliar, malah belum mampu menyelesaikan pemasangan tiang pancang masjid. "Awal tahun 2016 ini kami berharap BPK melakukan audit investigasi, sebab kami menduga telah terjadi kebocoran anggaran yang menyebabkan progres pembangunan tidak maksimal sesuai anggaran yang telah digelontorkan," ungkap Wahidin melalui siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (13/4/2016). Masjid yang dibangun di atas Teluk Kendari itu telah disepakati oleh DPRD Sultra. Oleh karena itu, kata Wahidin, penting DPRD membentuk tim investigasi. "DPRD harus ikut bertanggung jawab. Sebab di sisi lain, megaproyek ini bukanlah menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah seharusnya memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat dan daerah. Namun gubernur bersama DPRD justru lebih bernafsu membuang uang ratusan miliar untuk proyek ini. Hasilnya, megaproyek ini justru terindikasi menjadi ladang korupsi," duganya. Lebih lanjut Wahidin berharap pada pihak berwajib, yakni BPK, Kejati, Polda dan DPRD bekerjasama mengungkap penyebab lambatnya progres pembangunan Masjid Al Alam. "Kontraktor pelaksana proyek ini tentu harus segera diperiksa. Jangan sampai pembangunan masjid untuk tempat ibadah justru dijadikan ladang korupsi yang besar," pungkasnya. (Asma, @asmanurkaida)





























