Sail Komodo 2016 Uji Kemampuan TNI AL

Padang, Obsessionnews - Latihan perang angkatan laut dari 35 negara dalam rangkaian kegiatan Multilateral Naval Excercise Komodo (MNEK) 2016, dalam rangka meningkatkan perdamaian. Wujud itu salahsatunya ditandai dengan peresmian Monumen Merpati Perdamaian. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan kegiatan MNEK 2016, merefleksikan keinginan dan komitmen serta untuk meningkatkan kerja sama selama ini guna mendukung dan mewujudkan perdamaian dan menjaga stabilitas di kawasan. "Acara ini bertujuan menunjukkan kesiapan dan kemampuan angkatan laut dalam mengemban tugas-tugasnya," kata Ade Supandi dalam sambutannya pada Pembukaan MNE Komodo 2016 di Lantamal II Teluk Bayur, Kota Padang, Selasa (12/4). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari yang dipusatkan di Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai ini juga merupakan implementasi peran diplomasi angkatan laut. Latihan perang angkatan laut berikut perlatan lengkap dari 35 negara di kawasan Samudera Fasifik dan Samudera Hindia bertujuan memperkuat kesepahaman dan rasa kekeluargaan sesama awak kapal perang negara sahabat.
Monumen Merpati Perdamaian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, monumen Merpati Persahabatan yang dibangun sebagai lambang semangat yang kuat dari negara sahabat yang ikut berpartisipasi dalam MNEK 2016 dalam mewujudkan perdamaian. Monumen Merpati Perdamaian dibangun di kawasan objek wisata Taman Muara Lasak. Bangunan yang berdiri sekitar 4 meter dari bibir pantai, berdiri setinggi 8 meter berbentuk merpati yang dirancang dengan teknik origami, lipatan kertas ala Jepang. Monumen yang dirancang menyerupai lipatan kertas origami untuk melambangkan bahwa perdamaian itu sangat rentan. Jika terlalu banyak pihak berkepentingan untuk mengganggunya, maka perdamaian akan rapuh laksana sehelai kertas. Monumen Merpati Perdamaian itu diresmian oleh Presiden RI Joko Widodo yang ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan monumen. Penekanan tombol sekaligus penandatangan monumen disaksikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Monumen Merpati Perdamaian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, monumen Merpati Persahabatan yang dibangun sebagai lambang semangat yang kuat dari negara sahabat yang ikut berpartisipasi dalam MNEK 2016 dalam mewujudkan perdamaian. Monumen Merpati Perdamaian dibangun di kawasan objek wisata Taman Muara Lasak. Bangunan yang berdiri sekitar 4 meter dari bibir pantai, berdiri setinggi 8 meter berbentuk merpati yang dirancang dengan teknik origami, lipatan kertas ala Jepang. Monumen yang dirancang menyerupai lipatan kertas origami untuk melambangkan bahwa perdamaian itu sangat rentan. Jika terlalu banyak pihak berkepentingan untuk mengganggunya, maka perdamaian akan rapuh laksana sehelai kertas. Monumen Merpati Perdamaian itu diresmian oleh Presiden RI Joko Widodo yang ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan monumen. Penekanan tombol sekaligus penandatangan monumen disaksikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























