Panglima TNI: Pemerintah Hargai Filipina Bebaskan Sandera

Panglima TNI: Pemerintah Hargai Filipina Bebaskan Sandera
Padang, Obsessionnews - TNI selalu siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan Pemerintah Filipina untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera perompak separatis Filipina. Namun, Pemerintah Filipina masih sanggup untuk mengatasi kelompok Abu Sayyaf yang diduga menyandera 10 WNI. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan Pemerintah Indonesia sangat menghargai upaya pembebasan yang dilakukan Pemerintah Filipina. "Tentara Filipina sudah menunjukkan iktikad baik untuk berusaha membebaskan sandera dengan resiko yang sangat luar biasa. Sebagai negara tetangga kita harus menghargai apa yang dilakukan oleh pemerintah Filipina sesuai dengan apa yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi," kata Gatot Nurmantyo usai peresmian Monumen Merpati Perdamaian, di Kota Padang, Sumbar, Selasa (12/4). Gatot Nurmantyo menjelaskan, 10 WNI itu berada di wilayah Filipina dan jika TNI memasuki wilayah tersebut harus seizin pemerintah setempat. Pasukan TNI yang disiapkan untuk pembebasan sandera stanby disejumlah tempat termasuk di Tarakan. "Kami sudah menawarkan semuanya. Apapun yang diminta kami siap. Sampai saat ini Pemerintah Filipina mengatakan masih mampu membebaskan sendiri," ujarnya. Pasca 10 WNI disandera kelompok Abu Sayyaf, TNI terus berupaya berkoordinasi dengan militer Filipina. Dari hasil koordinasi, ke 10 WNI dalam keadaan baik dan selamat. Terkait tawaran tebusan yang diajukan kelompok Abu Sayyaf terhadap Pemerintah Indonesia, Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa Indonesia tidak mau ditekan oleh siapapun juga. Nama-nama WNI yang disandra: 1. Peter Tonsen Baramana, warga Perumahan MK Paraoise Blok J RT 08/RW 01, Bukit Tempayang. Kecamatan Batu Aji Kepulauan Riau. 2. Julian Philip, warga Jalan Link IV Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondang Utara, Kabupaten Minahasa. 3. Alvin Elvis, warga Jalan Swasembada Barat 17 No 25 Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Periok, Jakarta Utara. 4. Mahmud, warga Jalan Cempaka Raya Kelurahan Telaga Biru, No 15 RT 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 5. Surinsyah, warga Jalan Ade Nasution, Belakang BTN Bukit Kartika, Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara. 6. Surianto, warga Jalan Gilireng Wao, Sulawesi Selatan. 7. Wawan Saputra, Jalan Ahmad Yani RT 01 Kelurahan Puncak Indah, Kecamatan Malili Palopo. 8. Bayu Oktavianto, Jalan Miliaran Mendak Delanggu, Klaten. 9. Rinaldi Jalan Tinumbu RT 03 RW 06, Makassar, dan 10. Wendi Raknadian, alamat RT 01/ RW 01 Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar. Musthafa Ritonga) @alisakinah73