Kemenlu ‘Tenggelamkan’ Kasus Dubes Rasis?

Kemenlu ‘Tenggelamkan’ Kasus Dubes Rasis?
Jakarta, Obsessionnews – Adrian Zmith, inisiator petisi online pecat Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahedra, mengaku kecewa terhadap Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Pasalnya, hingga saat ini Kemenlu belum memberi sanksi tegas terhadap Yusron. Kalangan netizen menjuluki Yusron dubes rasis, karena menyerang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan isu SARA lewat di Twitter. “Terkesan Kemenlu ‘menenggelamkan’ kasus Yusron. Mungkin Kemenlu fokus dulu menangani kasus 10 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, sehingga kasus Yusron ‘ditenggelamkan’,” kata Adrian ketika dihubungi Obsessionnews.com Selasa (12/4/2016). Petisi meminta Menlu Retno Marsudi memecat Yusron muncul di laman Change.org dengan judul #PecatDubesRasis. Petisi ini dibuat pada Jumat (1/4/2016) dan diawali tanda tangan Adrian Zmith. Pantuan Obsessionnews.com hingga Selasa (12/4) pukul 17.00 WIB WIB petisi ini telah ditandatangani 42.895 netizen. Adrian menargetkan petisi ditandatangani 50.000 netizen. “Kalau sudah tercapai 50.000 orang yang tanda tangan, kami akan menyampaikan petisi ini kepada Menlu Retno Marsudi agar mengambil tindakan tegas terhadap Yusron,” tutur Adrian. Menurutnya, sangat tidak pantas Yusron yang merupakan perwakilan bangsa dan negara Indonesia di luar negeri mengeluarkan komentar berbau rasis dan ancaman terhadap suatu kelompok anak bangsa. Seperti diketahui Yusron mengecam Ahok lewat akun Twitternya, @YusronIhza_Mhd, Senin (28/3). Ia menyoroti kepemimpinan Ahok yang ia anggap arogan. Pernyataannya itu menambahkan pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal yang sama. “1-Nasehat Jendral bintang 3 ini pantas direnungkan: Jika sayang dg etnis Cina yg baik, miskin & tdk bisa lari ke LN jika ada kerusuhan etnik,” kicau Yusron. “2- mk mohon Ahok tdk arogan dlm memerintah. Kasihan dg Cina2 lainnya yg miskin, baik & tdk salah jika mrk jd korban: http://www.posmetro.info/2016/03/ingatkan-ahok-suryo-prabowo-kalau.html?m=1 ,” tulisnya lagi. Kicauan adik Yusril Ihza Mahendra tersebut membuat Ahok berang. Ahok menuding Yusron sebagai orang yang kurang ajar dan rasialis. Ahok menilai Yusron tengah menakut-nakuti warga keturunan Tionghoa. "Kalau dia nge-tweet nakut-nakutin, hati-hati lho keturunan China miskin, kasihan nanti dibantai gara-gara Ahok, itu kurang ajar dan rasis. Apalagi dia dubes di Jepang lagi, adiknya Yusril," kata Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3). Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku sudah menyampaikan kicauan Yusron kepada Menlu Retno Marsudi. (arh, @arif_rhakim) Baca Juga:Desakan Pecat Dubes Yusron Terus MengalirRelawan Ahok Laporkan Yusron ke Bareskrim PolriBatman Laporkan Yusron ke Bareskrim Atas Kasus SARARuhut Desak Dubes RI Yusron Mundur!