Benang Kusut Sepakbola Indonesia

Jakarta, Obsessionnews-Nugraha Besoes mantan sekjen PSSI, menilai Komite Eksekutif PSSI bisa segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), untuk menyelesaikan masalah sepakbola Indonesia yang berlarut-larut. Ketua Umum PSSI 2015-2019, La Nyala Mattaliti masih buron di Singapura, sementara kasusnya dinyatakan batal oleh PN Surabaya dalam prapedilan, karena dinilai terburu-buru ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jatim dan juga dinilai La Nyala sudah mengembalikan uang Rp 5,3 miliat diduga hasil korupsi itu. Kejaksaan Jatim dikabarkan sedang menyusun jurus baru untuk menetapkan LNM sebagai tersangka. Melihat kenyataan ini, KLB bisa dilakukan, karena aturannya memang seperti itu, menurut Nugraha dalam seminar sepakbola di Jakarta beberapa waktu lalu. "Pasal 30 ayat 1 statuta PSSI mengatur bahwa Exco bisa meminta digelar KLB setiap saat. Hanya saja syaratnya adalah dua pertiga anggota PSSI (klub) harus meminta hal itu, " jelas kang Nug, panggilan akrab Sekjen PSSI terlama ini. Padahal Asosiasi Pengurus Provinsi PSSI berjumlah 34 orang, menolak untuk mengadakan KLB, bulan lalu. Klub masih cari aman, takut terkena sanksi PSSI. Jika melihat hal ini, lobi ke FIFA untuk menghindari sanksi lanjutan terhadap sepakbola Indonesia harus dilakukan. Peliknya lagi, FIFA juga sedang dilanda masalah korupsi yang terbesar sepanjang sejarah organisasi sepakbola dunia itu. @baronpskd





























