Arifa Sulandari Nakhodai Divisi Perempuan FAM Indonesia

Kediri, Obsessionnews– Arifa Sulandari, guru SMA Negeri 4 Kediri, Jawa Timur (Jatim), terpilih sebagai Koordinator Pusat Divisi Perempuan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Arifa diharapkan mampu menahkodai divisi yang menjadi wadah kreativitas perempuan-perempuan aktif Indonesia. “Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik oleh Ibu Arifa, tentu dibantu kepengurusan lainnya,” ujar Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela, di kantor FAM Indonesia, Pare, Kediri, Minggu (10/4/2016) dalam keterangan tertulisnya. Menurut Aliya, Arifa tepat menduduki posisi tersebut, sikap, loyalitas, kiprah dan keaktifannya selama ini dalam berbagai kegiatan literasi FAM Indonesia. “Ibu Arifa juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi lainnya, khususnya terkait pendidikan. Pengalaman organisasinya tidak diragukan lagi,” papar Aliya. Sementara ituArifa menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Divisi Perempuan FAM Indonesia. Dia bertekad untuk menghidupkan divisi ini dan menjangkau lebih banyak perempuan-perempuan lainnya yang ingin berkarya bersama divisi ini. “Akan banyak program kami lakukan, bukan saja terkait literasi, tapi juga kewirausahaan,” katanya. Sebagai program pertama, Divisi Perempuan FAM Indonesia pada Sabtu (30/4) mendatang akan menggelar peluncuran dan seminar Kewirausahaan Perempuan sekaligus peluncuran Gerakan FAM Goes to Campus dan FAM Goes to School. Semua kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di aula Perpustakaan Kota Kediri. Erlis Farida, guru SMPI Ar-Rahman Kediri, ditunjuk sebagai Koordinator FAM Goes to Campus/School. Nantinya FAM Indonesia akan semakin luas masuk ke berbagai sekolah dan kampus di Kediri dan terus merambah ke berbagai kota di Indonesia. “Acara seminar kewirausahaan nanti akan diikuti 100 peserta yang terdiri dari kalangan guru, pelajar, mahasiswa, pengurus perpustakaan dan kalangan umum lainnya,” ujar Arifa. Untuk menyemarakkan kegiatan ini panitia memberi peluang kepada siapa saja yang ingin membuat stan di luar gedung. Panitia menyiapkan 10 stan. Tujuan pembukaan stan itu untuk merangsang minat usaha kaum perempuan agar mereka termotivasi berusaha. Divisi Perempuan dibentuk pada tahun 2015 dan ditujukan sebagai wadah silaturahim, interaksi, komunikasi, dan tukar pendapat kaum perempuan Indonesia. Selain itu, kehadirannya diharapkan mampu memunculkan sosok-sosok perempuan yang inspiratif, berprestasi dan berkarya. “Meski berpusat di Kediri, ruang lingkup kerja Divisi Perempuan menjangkau wilayah Indonesia, bahkan dunia,” jelas Aliya. (arh, @arif_rhakim)





























