Kader PDI-P se-Jaksel Dipacu Menangkan Pilgub DKI 2017

Jakarta, Obsessionnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan penguatan pada kader partai PDI Perjuangan (PDI-P) se-Jakarta Selatan (Jaksel). Menurutnya, Ranting adalah garda terdepan partai yang benar-benar menyerap aspirasi rakayat serta merasakan penderitaan rakyat. Djarot menegaskan, dalam dunia demokrasi ditandai dengan peran partai politik dalam membangun sistem pemerintahan. "Harus ada partai politik yang kuat dalam demokrasi. Partai politik harus bertanggungjawab terhadap kadernya yang melanggar," ungkapnya saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi dan Pemantapan Pengurus PDI Perjuangan se-Jakarta Selatan bertema "Kita satukan hati dan tekad menangkan Pilkada 2017" yang digelar di Bulunga, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2016) Selanjutnya, mantan Wali Kota Blitar ini juga memandang ada dua persoalan bangsa yang perlu diselesaikan bersama-sama. "Persoalan bangasa saat ini korupsi dan narkoba. Mari kita melakukan penyadaran dengan semangat gotong royong," serunya. Djarot memaparkan, selain persoalan narkoba dan korupsi, ia memandang Jakarta memiliki banyak masalah yang perlu diselesaikan yakni kemiskinan. "Persoalan Jakarta adalah tingginya kesenjangan dan ketimpangan sosial, yang kaya semakin kaya dan yang misikin semakin miskin. Maka tugas kita adalah mempersempit kesenjangan itu. Kita harus komitmen pada pembangunan kerakyatan," tegasnya.
Di hadapan 1500 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pimpinan sayap partai PDI Perjuangan se-Jakarta Selatan dan simpatisan partai, Djarot mengatakan tingkat kemisikinan di Jakarta harus dipersempit. "Kita harus membuka lapangan kerja, memberdayakan UKM, mempermudah izin usaha," katanya. Ia pun menguatkan kepada para kader PDI-Perjuangan untuk tetap solid, membangun jaringan untuk memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2017. "Kemenangan itu kita ulangi, dulu kita menang 2012, maka 2017 kita harus ulangi lagi kemenangan itu," yakinnya. Diketahui, bersama sejak 8 April 2016 lalu PDI Perjuangan membuka pendaftaran bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Saat ditanyakan kesiapan dirinya untuk tampil, pada wartawan Djarot mengatakan akan tetap mengawal pemerintahan Ahok sampai 2017 nanti. Hingga saat itu juga Djarot belum mendaftarkan diri sebagai bakal calon di PDI Perjuangan meskipun DPC dan PAC sudah banyak mengusulkan dirinya sebagai bakal calon dari partai PDI Perjuangan. "Saya akan tetap mengawal kepemipinan Ahok sampai 2017 nanti," pungkasnya. (Asma)
Di hadapan 1500 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pimpinan sayap partai PDI Perjuangan se-Jakarta Selatan dan simpatisan partai, Djarot mengatakan tingkat kemisikinan di Jakarta harus dipersempit. "Kita harus membuka lapangan kerja, memberdayakan UKM, mempermudah izin usaha," katanya. Ia pun menguatkan kepada para kader PDI-Perjuangan untuk tetap solid, membangun jaringan untuk memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2017. "Kemenangan itu kita ulangi, dulu kita menang 2012, maka 2017 kita harus ulangi lagi kemenangan itu," yakinnya. Diketahui, bersama sejak 8 April 2016 lalu PDI Perjuangan membuka pendaftaran bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Saat ditanyakan kesiapan dirinya untuk tampil, pada wartawan Djarot mengatakan akan tetap mengawal pemerintahan Ahok sampai 2017 nanti. Hingga saat itu juga Djarot belum mendaftarkan diri sebagai bakal calon di PDI Perjuangan meskipun DPC dan PAC sudah banyak mengusulkan dirinya sebagai bakal calon dari partai PDI Perjuangan. "Saya akan tetap mengawal kepemipinan Ahok sampai 2017 nanti," pungkasnya. (Asma) 




























