Benarkah Dana Kesehatan Muna Barat Hangus ?

Benarkah Dana Kesehatan Muna Barat Hangus ?
Muna Barat, Obsessionnews - Miris ketika Puskesmas Muna Barat (Sulawesi tenggara) kehabisan obat, padahal melalui peraturan Bupati Muna Barat Nomor 7 Tahun 2014 tentang APBD tahun Anggaran 2015 belanja langsung APBD mencantumkan anggaran Dinas Kesehatan, Sosial dan Penanggulangan Bencana dari PAGU SKPD sebanyak Rp2.363.975.000 dan PAGU Dinas Kesehatan , Sosial, Bencana (Sosial) Rp 57.100.000. Bukan saja itu anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari dana PAGU dialokasikan Rp 1.355.960.000. Tapi apakah dana itu hangus? "Kalau dana untuk rumah sakit Muna Barat tidak hangus uangnya, cuman dana pengadaan obat di puskesmas itu katanya hangus. Itu anggaran terlambat diurus sehingga hangus, saya juga tidak tahu kenapa tidak diurus dananya," ungkap salah satu pengelola obat di Puskesmas Tiworo Selatan yang tidak mau disebutkan namanya, saat dihubungi lewat telepon oleh Obsessionnews.com, Sabtu (9/4/2016). Beberapa minggu terakhir ini dikabarkan obat-obat dibeberapa puskesmas Muna Barat mengalami kekosongan obat. "Memang minggu kemarin kekurangan obat, kalau Tiworo Selatan hanya paracitamol dan CTM yang kosong. Tapi ada dana dari puskesmas jadi kita beli sendiri, sehingga obat untuk Tiworo Selatan aman. Yang agak kurang itu cairan kalau inpus mencukupi, yang kurang sudah diadakan sejak Rabu (6/4), kalau kami langsung mengambil tindakan," tuturnya. Begitu juga Kepala Puskesma Kumbikuno La Ode Rajab Gade, mengaku sebelumnya puskesmasnya kekurangan obat. "Memang sebelumnya kekurangan obat, tapi ada informasi sudah ada obat di dinas kesehatan, rencananya hari senin saya akan ambil," ngakunya. Sedangkan kepala puskesmas Wuna Darsilan, membantah adanya kekosongan obat di puskesmasnya. "Saya kira tidak benar, kalau obat habis, cuman belum minta obat di dinas saja. Tahun 2015 kan Muna Barat tidak sepenuhnya pengadaan obat sendiri tapi masih tergantung dengan Muna induk. Untuk obat saya sudah ambil di dinas, untuk puskesmas yang lain saya tidak tahu," belanya. Hal sama dirasakan Puskesmas Lawa, sebelumnya mengalami kekosongan obat. "Iya sempat kosong, cuman obat sudah diambil lagi di dinas," nagku zahra salah satu petugas leb puskesmas Lawa. (Asma)