Banjir Ruas Jalan Gedebage Bandung Kembali Normal

Bandung, Obsessionnews - Kondisi ruas jalan Gedebage Soekarno-Hatta Bandung pada hari ini, Minggu (10/4/2016), sudah kembali normal setelah kemarin terendam banjir dengan ketinggian 40-60 cm. Ruas jalan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Bandung fi sebelah Timur ini kerap terjadi banjir saat hujan deras, sehingga untuk melintasi ruas jalan tersebut membutuhkan 1-2 jam akibat kemacetan yang terjadi seperti kemarin. Rencananya Pemerintah Kota Bandung akan membangun danau raksasa di kawasan tersebut pada tahun depan sebanyak dua buah, di kawasan simpang Gedebage dan kawasan yang mendekati Stadion Gelora Bandung Lautan Api. "Kita merencanakan akan membuat dua danau raksasa dengan mesjid terapung diatasnya untuk dapat menampung air sehingga tidak membuat banjir sejumlah perumahan, " ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil belum lama ini.
Untuk jangka pendek Pemkot Bandung menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas Bina Marga dan Pengairan yang ditempatkan di setiap Kecamatan atau pada lokasi terdekat, sehingga tugas URC melakukan penyedotan air dan disalurkan ke wilayah tak terdampak banjir serta melakukan pembersihan sampah saat banjir berlangsung. Seperti halnya saat banjir Gedebage terjadi, tim URC biasanya berkumpul di Kecamatan Panyileukan dengan jas hujan, lengkap dengan sepatu bot, peralatan singkup dan kayu serta membawa motor roda tiga berbentuk mobil tangki air berwarna hijau yang berfungsi menyedot air hingga surut. "Pemkot Bandung selalu menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, sehingga dapat menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir, kita sudah punya Perda K3 yang akan menerapkan sanksi denda mulai dari 500-50 juta bagi pembuang sampah," ujar Emil. (Dudy Supriyadi) 
Untuk jangka pendek Pemkot Bandung menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas Bina Marga dan Pengairan yang ditempatkan di setiap Kecamatan atau pada lokasi terdekat, sehingga tugas URC melakukan penyedotan air dan disalurkan ke wilayah tak terdampak banjir serta melakukan pembersihan sampah saat banjir berlangsung. Seperti halnya saat banjir Gedebage terjadi, tim URC biasanya berkumpul di Kecamatan Panyileukan dengan jas hujan, lengkap dengan sepatu bot, peralatan singkup dan kayu serta membawa motor roda tiga berbentuk mobil tangki air berwarna hijau yang berfungsi menyedot air hingga surut. "Pemkot Bandung selalu menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, sehingga dapat menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir, kita sudah punya Perda K3 yang akan menerapkan sanksi denda mulai dari 500-50 juta bagi pembuang sampah," ujar Emil. (Dudy Supriyadi) 





























