Tabrakan 2 Kapal Perintis, Lalulintas Laut di Tanjungpinang Masih Lumpuh

Kepri, Obsessionnews - Dua Kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yakni Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan sempat menjadi sengketa dengan Tiongkok beberapa waktu belakangan ini terancam terisolir menyusul tidak beroperasinya dua armada Perintis akibat menabrak karang. Akibat tidak beroperasinya kedua armada Perintis, yaitu KM Sabuk Nusantara 30 dan KM Sabuk Nusantara 39 tersebut. Ribuan calon penumpang asal Natuna dan Anambas terdampar di ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang. Selama ini, ketergantungan masyarakat di Kepulauan Riau khususnya Natuna dan Anambas terhadap armada Perintis cukup tinggi, pasalnya keberadaan Perintis mampu menjangkau pulau-pulau terluar dan terpencil di Kepulauan Riau demikian juga dengan harga tiket yang relatif murah. Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Sofyan Samsir mengatakan, KM Sabuk Nusantara 30 dengan pelabuhan utama di Tanjungpinang, sejak menabrak karang di Kecamatan Subi, Natuna awal Februari lalu, hingga kini belum juga naik dok. Demikian juga dengan KM Sabuk Nusantara 39 dengan pelabuhan utama di Kijang, Bintan Kepualaun Riau sejak menabrak karang di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna akhir Februari lalu hingga kini masih berlabuh di Pelabuhan Kijang. "Belum ada upaya dari PT Pelni maupun Kemenhub RI untuk segera mengirim kedua armada itu docking padahal Tim Investigasi dari PT Pelni dan Ditlala Kemenhub RI sudah turun awal Maret lalu," ujar Sofyan Samsir dalam siaran pers, Sabtu (9/4/201/) Sofyan Samsir yang juga politisi asal Partai Golkar itu menambahkan, PT Pelni yang diberi tugas oleh pemerintah melalui Kepres Nomor 2 dan Nomor 6, tidak mampu mengoperasikan armada Perintis. Sejak ditunjuk oleh Kemenhub, PT Pelni mengganti seluruh ABK kapal termasuk kapten. Anggota DPRD Provinsi Kepri asal Daerah Pemilihan Natuna-Anambas itu meminta kepada pemerintah agar PT Pelni juga menyiapkan kapal pengganti bila armada Perintis mengalami kerusakan atau docking. Dimana hal yang sama juga diberlakukan kepada swasta saat kapal-kapal negara itu dioperasikan swasta melalui subdisi. Sebagaimana diketahui, KM Sabuk Nusantara 30 melayani rute Tanjungpinang-Kuala Maras (Jemaja)-Tarempa-Midai-Pulau Tiga-Sedanau-Pulau Laut-Penagi (Ranai)-Subi-Serasan-Sintete (Kalbar) pp, sedangkan KM Sabuk Nusantara 39 melayani rute Kijang-Tambelan (Bintan)-Pontianak (Kalbar)-Serasan-Subi-Penagi (Ranai)-Pulau Laut-Sedanau-Pulau Tiga-Midai-Tarempa-Kuala Maras (Jemaja)-Kijang pp. (Has)





























